Pengalaman Puasa Ramadhan: Ngabuburit dengan Mendaki Tembok Besar Cina

Red: Ani Nursalikah

Ahad 24 Mar 2024 16:15 WIB

Jurnalis Republika Kamran Dikarma saat berada di Tembok Besar Cina, Beijing, Cina, Jumat (22/3/2024). Foto: Republika/Kamran Dikarma Jurnalis Republika Kamran Dikarma saat berada di Tembok Besar Cina, Beijing, Cina, Jumat (22/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, Laporan Jurnalis Republika Kamran Dikarma dari Beijing, Cina

BEIJING -- Akhirnya saya menginjakkan kaki di Tembok Besar Cina, salah satu mahakarya arsitektur yang sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengalaman perdana ke situs bersejarah itu menarik karena berlangsung ketika Ramadhan.

Baca Juga

Bagian dari Tembok Besar Cina yang saya kunjungi adalah Juyongguan, yakni yang paling terdekat dari Lapangan Tiananmen, Beijing. Jaraknya dari pusat kota Beijing sekitar 60 kilometer.

Pada 22 Maret 2024, saya bersama para peserta program China International Press Center (CIPC) diajak berkunjung ke Juyongguan. Program CIPC diikuti 100-an jurnalis dari lebih 90 negara.

Saya dan para jurnalis peserta CIPC tinggal di Jianguomen Diplomatic Residence Compound (DRC) di Distrik Chaoyang. Pada hari ketika kunjungan ke Juyongguan dilakukan, kami berkumpul sejak pukul 07.30.

Sebelum berangkat, tim panitia program CIPC membagikan sarapan berupa roti dan air mineral yang sudah dikemas kepada para peserta. Saya turut ditawari. Tapi saya bilang kepada mereka sedang berpuasa.

Di sela-sela momen tersebut, jurnalis asal Pakistan, Salam Khan Jogezai tiba dan bergabung dengan para jurnalis dari grup Asia Pasifik yang sudah datang terlebih dulu. Salam berusia 44 tahun, salah satu peserta CIPC paling senior.

Saya pun menyapa Salam begitu dia tiba. “Apa Anda berpuasa hari ini?” tanya saya sambil tertawa kepada Salam.

Salam dengan ramah menjawab, “Tentu. Tidak perlu khawatir, kita pasti bisa (berpuasa)”. Pertanyaan soal puasa kepada Salam memang sengaja saya lontarkan.

Selanjutnya...

Terpopuler