Thursday, 11 Sya'ban 1434 / 20 June 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mudik Pakai Perahu? Itu Tradisi Nelayan Cilincing

Friday, 17 August 2012, 14:16 WIB
Komentar : 0
Sejumlah perahu nelayan bersandar di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (14/3). (Republika/Prayogi)
Sejumlah perahu nelayan bersandar di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (14/3). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, Mudik memang tradisi bagi masyarakat yang ingin berlebaran di kampung halamannya. Mudik menggunakan alat transportasi seperti bus, mobil, sepeda motor, pesawat, ataupun kapal dilakoni oleh ribuan masyarakat. Begitu juga dengan para nelayan di Cilincing.

Beberapa hari sebelum Lebaran biasanya para nelayan tradisional di Cilincing, mudik menggunakan perahu mereka untuk mudik. Mereka terbiasa mudik menggunakan perahu nelayan tradisional, karena biaya mudik yang jauh lebih murah dari pada menggunakan angkutan lainnya. Selain itu, menurut mereka menggunakan kapal nelayan lebih cepat sampai.

Namun, tahun ini para nelayan Cilincing tersebut batal mudik menggunakan kapal tradisional. Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini telah menyebabkan para nelayan untuk mudik menggunakan bus.

Sudrajat, Ketua Paguyuban Masyarakat Nelayan Tradisional Cilincing, mengatakan ribuan nelayan yang berasal di daerah Cilincing memang biasanya mudik menggunakan kapal nelayan tradisional yang biasanya mereka gunakan untuk menangkap ikan. Tradisi mudik tersebut sudah bertahun-tahun dilakukan oleh sekitar 3.000 nelayan yang berasal dari berbagai daerah seperti Muara Gembong Bekasi, Cirebon, dan juga Indramayu.

Cuaca yang tidak mendukung ini membuat para nelayan mengurungkan niatnya untuk merayakan lebaran di kampung halaman mereka. Meskipun terdapat 400 kapal nelayan, hanya sekitar 300 nelayan yang lebih memilih mudik menggunakan kapal nelayan tersebut.

Para nelayan tersebut akan pulang ke daerah asal mereka, yakni Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Sementara nelayan yang berasal dari Indramayu dan Cirebon memilih untuk mudik menggunakan bus karena khawatir cuaca buruk. Di dalam kapal tersebut, mereka membawa perlengkapan mudik beserta berbagai macam keperluan untuk berlebaran di kampung halamannya.

Rusdi (42 tahun), menceritakan ia dan nelayan lainnya lebih memilih untuk pulang kampung bersama-sama menggunakan kapal nelayan. Menurutnya, saat ini cuaca di laut tidak mendukung mereka untuk mudik menggunakan kapal dengan tujuan jauh. "Terkadang terjadi angin timur dan ombak yang tinggi. Nahkoda tidak berani menjalankan kapalnya," kata Rusdi.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Dewi Mardiani
997 reads
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Gerakan Dakwah Islam di Negeri Sombrero
MEXICO CITY--Populasi Muslim Meksiko terbilang paling sedikit diantara negara latin lainnya. Namun, semangat berislam Muslim Meksiko begitu luar biasa. Sejak pertengah...
Content x