Tanda Orang yang Dapat Malam Lailatul Qadar Berbeda-beda, Ini Penjelasannya

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Ahad 07 Apr 2024 12:05 WIB

Sejumlah warga menyalakan lampu minyak dan lampu hias pada perayaan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (6/4/2024). Masyarakat Gorontalo merayakan tradisi Tumbilotohe dengan menyalakan lampu minyak dan lampu hias dalam rangka menyambut Lailatul Qadar selama tiga hari menjelang Idul Fitri. Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin Sejumlah warga menyalakan lampu minyak dan lampu hias pada perayaan tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (6/4/2024). Masyarakat Gorontalo merayakan tradisi Tumbilotohe dengan menyalakan lampu minyak dan lampu hias dalam rangka menyambut Lailatul Qadar selama tiga hari menjelang Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mubaligh Mesir Amr Khaled menyampaikan penjelasan soal tanda-tanda seorang Muslim telah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Dia memulai pemaparannya dengan mengatakan segala bentuk kasih sayang di dunia berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Hal itu termanifestasi di 10 malam terakhir di mana kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya meningkat, dan secara khusus ada dalam Malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga

"Cinta pertama dalam hidup Anda adalah cinta Allah kepada Anda. Dia yang memberikan pemberian yang tak terhitung sejak hari kelahiran Anda hingga saat ini, yang memberikan kepada Anda dalam satu malam lebih dari seribu bulan," jelasnya, dilansir Masrawy.

Alam semesta ini didasarkan pada kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا

"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka)." (QS. Maryam ayat 96)

Dia juga menjelaskan bahwa di antara nama-nama Allah yang indah adalah Al-Hannan Al-Mannan (Pemberi Kasih Sayang, Pemberi Karunia yang banyak). Rasulullah SAW ketika terganggu oleh sesuatu, maka akan menyebut Ya Hannan Ya Mannan (Wahai Yang Maha Penyayang, Wahai Yang Maha Memberi).

Lalu, Amr Khaled menjabarkan...

Terpopuler