Pj Gubernur Pastikan Jalur Pantura dan Pantai Selatan Bisa Dilalui Pemudik

Red: Ani Nursalikah

Selasa 02 Apr 2024 17:47 WIB

Sejumlah pengendara melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2024). Jalan provinsi penghubung Kabupaten Kudus-Purwodadi tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 70 centimeter sejak Kamis (14/3/2024) atau enam hari terakhir akibat intensitas hujan tinggi serta limpasan Sungai Wulan. Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho Sejumlah pengendara melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2024). Jalan provinsi penghubung Kabupaten Kudus-Purwodadi tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 70 centimeter sejak Kamis (14/3/2024) atau enam hari terakhir akibat intensitas hujan tinggi serta limpasan Sungai Wulan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memastikan jalur Pantai Utara (Pantura) maupun jalur Pantai Selatan (Pansela) bisa dilintasi pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran 1445 Hijriyah.

"Untuk jalur Pantura yang kemarin tergenang air dari Demak-Kudus saat ini sudah surut dan sudah diperbaiki. Saatnya nanti pemudik sudah bisa menggunakan jalan tersebut," katanya, di Semarang, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga

Pascabanjir di Kabupaten Demak dan Kudus beberapa waktu lalu, kata dia, perbaikan jalan di jalur Pantura tersebut terus dikebut agar bisa dilintasi pemudik saat Lebaran. "Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan Dinas Bina Marga Provinsi Jateng terus melakukan perbaikan jalur yang rusak," katanya.

Selain memperbaiki jalur Pantura yang rusak akibat banjir, persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2024 juga dilakukan dengan menyiapkan sejumlah jalur alternatif, termasuk jalur Pansela dan Tol fungsional Solo-Yogyakarta.

"(Tol fungsional) akan diberlakukan atau dibuka pada siang hari pada pukul 06.00-17.00 WIB. Kami juga akan siapkan juga petugas di sana, baik petugas kepolisian maupun juga dari Dinas Perhubungan," katanya.

Untuk kelengkapan fasilitas, seperti rambu lalu lintas dan penerangan jalan, lanjut dia, segera dipenuhi karena keamanan dan kenyamanan pemudik harus diutamakan.

"Segera lengkapi ruas jalan dengan rambu lalu lintas. Jangan sampai terjadi kecelakaan," kata mantan kapolda Metro Jaya itu.

Secara umum, kata dia, infrastruktur jalan di Jateng dalam kondisi baik. Pada jalan nasional Provinsi Jateng dan DIY sepanjang 1.887,29 kilometer, terdapat 68 titik rawan kemacetan di Jateng.

"Ini menjadi perhatian bersama antara Polri dan instansi lainnya sehingga perlu dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas, terutama di lokasi-lokasi seperti pasar tumpah, pusat keramaian, dan jalur menuju lokasi wisata," katanya.

Pemerintah pusat memprediksi pergerakan mudik Lebaran 2024 secara nasional sebanyak 193,6 juta orang. Sedangkan pergerakan pemudik yang masuk dan melintas di Jateng sebesar 18,23 juta orang.

Pemprov Jateng akan membuka posko terpadu yang dipusatkan di Kantor Dinas Perhubungan Jateng dan sejumlah titik yang tersebar di berbagai wilayah.

Terpopuler