Seribu Telepon Seluler untuk Pemudik dari Smartfren

Red: Djibril Muhammad

Selasa 07 Aug 2012 22:57 WIB

Sejumlah calon pemudik antre untuk medapatkan tiket kereta api mudik Lebaran kelas ekonomi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/7). PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka loket pembelian tiket 24 jam di empat stasiun, yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Foto: antara Sejumlah calon pemudik antre untuk medapatkan tiket kereta api mudik Lebaran kelas ekonomi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/7). PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka loket pembelian tiket 24 jam di empat stasiun, yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Operator telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk menyiapkan sebanyak seribu unit telepon seluler dengan harga terjangkau guna memudahkan pemudik memperoleh layanan telekomunikasi selama mudik Lebaran 1433 Hijriah.

"Telepon seluler tersebut kami gunakan sebagai 'booster' agar pemudik tidak bingung dalam mendapatkan alat telekomunikasi dengan fitur yang memadai," kata Regional Head East Java, Bali, Nusra PT Smartfren Telecom Tbk, Arinto Utama, usai buka bersama dengan wartawan di Surabaya, Selasa (7/8) malam.

Menurut dia, kemudahan yang ditawarkan Smartfren itu berupa potongan harga jual alat komunikasi di sejumlah posko mudik Lebaran 1433 Hijriah di wilayah kerjanya.

"Jika harga normal telepon seluler Rp 199.000 per unit maka di posko mudik kami siapkan dengan harga lebih terjangkau yakni Rp 49.000 per unit," ujarnya.

Tetapi, kata dia, penawaran tersebut hanya berlaku selama masa mudik Lebaran 1433 Hijriah karena pihaknya tidak ingin mematikan bisnis pengusaha telepon seluler lainnya.

"Kami yakin, dengan kemudahan ini dapat membantu masyarakat berbagi dengan keluarga tercinta selama mudik. Jika biasanya angpao lebaran berupa uang, sekarang bisa telepon seluler," katanya.

Mengenai pendirian posko mudik pada Lebaran 1433 Hijriah, tambah dia, hal itu akan disiapkan di berbagai titik potensial terutama yang dilewati oleh banyak pemudik.

"Contoh, di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, posko mudik Trowulan, Tuban, Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, dan Stasiun Pasar Turi," katanya.

Berbagai kesiapan itu, kata dia, bertujuan merealisasikan jaringan telekomunikasi yang baik bagi masyarakat. Apalagi, sesuai pengalaman Lebaran tahun lalu trafik telekomunikasi masyarakat meningkat signifikan dibandingkan saat normal.

"Pada lebaran ini, kami prediksi trafik telekomunikasi masyarakat meningkat 40 persen baik untuk percakapan, pesan singkat, maupun data," katanya.

Khusus pesan singkat, masyarakat tak perlu khawatir pengiriman SMS ucapan selamat Lebaran mereka tidak terkirim tepat waktu karena pihaknya telah menambah kapasitas dua kali lipat.

Terpopuler