Pelabuhan Karimun Mulai Diserbu Pemudik

Red: Djibril Muhammad

Selasa 07 Aug 2012 21:05 WIB

Pelabuhan Karimun Pelabuhan Karimun

REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN, KEPRI - Ratusan pemudik yang menumpang KM Kelud jurusan Tanjung Priok Jakarta mulai memadati pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (7/8).

Para penumpang memadati ruang tunggu pelabuhan dan satu persatu menaiki kapal kayu yang mengantarkan mereka ke atas KM Kelud yang lego jangkar di perairan depan pelabuhan.

Sebagian besar penumpang merupakan rombongan keluarga yang berniat mudik ke Pulau Jawa. "Kami ingin pulang kampung, kalau mudik sekarang kan belum terlalu padat," kata Siti, salah seorang penumpang.

Siti mengatakan pulang kampung bersama dua anaknya. Dia mengaku bekerja di Johor, Malaysia dan transit di Karimun untuk selanjutnya menggunakan KM Kelud menuju Jakarta. "Usai Lebaran kami kembali lagi ke Malaysia," katanya.

Informasi diperoleh dari petugas Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, jumlah penumpang yang naik diperkirakan mencapai 400 orang.

"Lonjakan penumpang hari ini hanya khusus untuk KM Kelud, sedangkan untuk kapal-kapal antarpulau lain masih seperti biasa. Persentase lonjakannya sekitar 5 persen," kata petugas Adpel yang berjaga- di pintu menuju dermaga.

Kepala Adpel Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno mengatakan lonjakan arus mudik baru akan terasa mulai H-15 Lebaran. "Hari ini belum terlalu tinggi, pemudik yang menggunakan kapal Pelni diperkirakan meningkat pada 16 atau 17 Agustus nanti," katanya.

Dia mengatakan PT Pelni menyiapkan satu kapal tambahan, yaitu KM Ciremai untuk mengatasi lonjakan penumpang menjelang Idul Fitri. "Puncak arus mudik diperkirakan baru terjadi pada H-7 hingga H-3," ujarnya.

Terkait tiket kapal, tambah dia, tidak mengalami kenaikan, termasuk KM Kelud. "Tidak ada kenaikan harga tiket, termasuk KM Kelud dan KM Ciremai," ujarnya.

Terpopuler