Waspada, Ada 96 Titik Rawan di Jalur Mudik Jawa Timur

Rep: Amri Amrullah/ Red: Taufik Rachman

Selasa 07 Aug 2012 16:48 WIB

Pemudik sepeda motor dengan tiga penumpang melintas di Jalan Raya Mangkang Semarang, Jateng, Sabtu (27/11). Masih banyak pemudik sepada motor yang tidak menghiraukan larangan lebih dari dua orang. Foto: ANTARA/R. Rekotomo Pemudik sepeda motor dengan tiga penumpang melintas di Jalan Raya Mangkang Semarang, Jateng, Sabtu (27/11). Masih banyak pemudik sepada motor yang tidak menghiraukan larangan lebih dari dua orang.

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA - Memasuki H-10 jelang Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Provinsi Jawa Timur meminta agar para pemudik yang menggunakan transportasi darat yang memasuki wilayah Jawa Timur mewaspadai 96 titik rawan di 12 jalur utama.

96 titik rawan di 12 jalur utama ini masuk dalam jalur  rawan kemacetan, termasuk jalur tengkorak dengan kecelakaan dan rawan bencana. Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Sumarsono mengatakan, titik rawan itu adalah hasil evaluasi Dishub dari jalur mudik tahun lalu.

"Kami mengimbau para pemudik dapat berhati-hati di jalur ini, karena tidak semua jalur mudik yang rawan pada tahun lalu sudah diperbaiki pada tahun ini," ungkapnya kepada Republika, Selasa (7/8). Lanjut ia mengatakan, sebagian jalur rawan tersebut memang ada yang sudah mulai diperbaiki, diantaranya wilayah Sidoarjo.

Namun menurut Sumarsono, masih ada sebagian yang masih membutuhkan waktu untuk perbaikan. Seperti di wilayah Nganjuk, Caruban yang masih membutuhkan pelebaran jalan. Jalur rawan lain diantaranya, Surabaya-Mojokerto-Madiun-Ngawi-Mantingan, titik rawan macet terdapat di jalur By Pass Krian.

Kemudian di simpang tiga Kenanten Mojokerto macet karena kurangnya persimpangan, di wilayah Peterongan Jombang adanya pembangunan Fly Over dan jalur Bagor Nganjuk karena ada penyempitan jalan. Sedangkan titik rawan kecelakaan, terdapat di jalan Raya Waru-Buduran, jalan Raya Trosobo, jalan Raya By Pass, Krian, Balungbendo.

Kemudian wilayah By Pass Mojokerto, Nganjuk, Sukomoro, Wilangan, Caruban km 151-152, Madiun km 18-19 dan Ngawi km 185-186. Sementara titik rawan bencana terdapat di wilayah Mojokerto karena sebagian yang tertutupi kabut.

Sedangkan untuk jalur Surabaya-Lamongan-Tuban-Bulu. Titik rawan macet, Menurut Dishub dan DLLAJ berada di pasar Duduk Sampeyan yang akan terjadi penyempitan jalan. Dan titik rawan kecelakaan berada di Margomulyo, Duduk Sampeyan, Ambeng, Sukodadi, Pucung, Widang, Pakah, Tambak Boyo dan Bancar.

Untuk jalur Surabaya-Malang-Blitar-Tulungagung, potensi kemacetan berada di pasar tumpah Lawang. Dan titik kecelakaan berada di Purwodadi, Lawang, Singosari, Pakisaji, Sumber Pucung, Talun, Sumbertangan dan Ngunut. Sedangkan untuk jalur Surabaya-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, titik kemacetan berada di Tongas dan Nguling. Dan wilayah rawan kecelakaan di Rejoso, Tongas, Paiton, Banyuglugur, Panarukan, hutan Baluran dan Watudodol.

Untuk jalur Surabaya-Bangkalan-Sumenep, potensi macet berada di pasar tanah merah dan pasar Blegah. Sedangkan kecelakaan di wilayah Galis, Jrengik, Camplong dan Tlanakan. Di Jaur Kertosono-Kediri-Tulungagung-Trenggalek, potensi kecelakaan berada di Mekikis dan Gampang rejo.

Sumarsono menghimbau para pemudik ada baiknya sejak awal memperhatikan jalur alternatif untuk menghindari menumpuknya volume kendaraan. Diantaranya Jalur Surabaya-Ngawi dengan jalur alternatif melalui Bojonegoro. "Memang lebih lama, tetapi ini untuk menghindari menumpuknya volume kendaraan," ungkapnya.

Dishub dan DLLAJ Jatim pun, terang dia, juga sudah menyiapkan berbagai jalur alternatif lain, bila pemudik ingin menghindari titik rawan macet dan kecelakaan. Informasi itu bisa didapat di 20 titik jembatan timbang yang diubah menjadi rest area mendekati puncak arus mudik nanti.

Terpopuler