Bus Mudik Sepi Peminat

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: cr01

Senin 29 Aug 2011 12:17 WIB

Sejumlah petugas kepolisian dan Pasukan Brimob Polda Metro Jaya melintas depan bus antar kota antar provinsi saat pengamanan terminal di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (23/8). Foto: Antara/M Agung Rajasa Sejumlah petugas kepolisian dan Pasukan Brimob Polda Metro Jaya melintas depan bus antar kota antar provinsi saat pengamanan terminal di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (23/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nampaknya mudik dengan menggunakan bus kurang diminati warga. Terbukti bus bantuan yang disiagakan untuk angkutan lebaran tak banyak terpakai.

Dari empat terminal utama keberangkatan mudik, hanya Terminal Kampung Rambutan yang telah menggunakan bus bantuan. "Bus bantuan baru akan dipakai kalau bus reguler sudah kelebihan kapasitas," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, saat dihubungi Republika, Senin (29/8).

Bus bantuan yang disediakan yakni terdiri dari 280 bus kota dan 237 bus wisata. Sedangkan untuk bus reguler, ada 2.495 bus reguler Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) DKI Jakarta dan 4.280 bus reguler AKAP Non DKI Jakarta.

Banyaknya bus bantuan yang belum terpakai ini, diakui Pristono, akibat melonjaknya jumlah penumpang yang mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dinas Perhubungan DKI memprediksi tahun ini pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mencapai 4.956.730 warga—yang terdiri dari 3.756.863 pemudik menggunakan mobil dan 1.199.867 menggunakan motor.

Terpopuler