Pasca Pembajakan, PT KAI Perketat Pengamanan

Rep: Nawang Fatma Putri/ Red: cr01

Ahad 28 Aug 2011 21:10 WIB

Petugas keamanan patroli berkeliling membawa anjing jenis Dobermen di kawasan Stasiun Senen, Jakarta, Ahad (28/8). Pasca Pembajakan Kereta Gajayana jurusan Malang-Jakarta, pengamanan stasiun lebih diperketat. Foto: Republika/Tahta Aidilla Petugas keamanan patroli berkeliling membawa anjing jenis Dobermen di kawasan Stasiun Senen, Jakarta, Ahad (28/8). Pasca Pembajakan Kereta Gajayana jurusan Malang-Jakarta, pengamanan stasiun lebih diperketat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembajakan Kereta Api Gajayana tujuan Malang, Sabtu (27/8) kemarin, membuat PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menambah tim pengamanan perjalanan mudik 2011.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta, Mateta Rijalulhaq, mengatakan hari ini, Ahad (28/8), pihaknya menambah pasukan pengamanan sebanyak 150 hingga 200 orang.

Tim pengaman yang terdiri dari anggota Brimob dan TNI ini sebelumnya telah diturunkan sebanyak 310 personil untuk berjaga-jaga di sekitar peron stasiun dan gerbong kereta, pada Sabtu (27/8). "Mereka tersebar di beberapa titik rangkaian gerbong kereta yang berangkat, termasuk di kabin masinis," terang Mateta, Ahad (28/8).

Menurut dia, penambahan personil pengamanan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membuat penumpang merasa aman menggunakan fasilitas kereta. Untuk memasuki peron stasiun dan kereta sendiri, ada beberapa tahap pengamanan terpadu yang harus dilewati oleh pemudik. Yang pertama ketika hendak memasuki peron, penumpang harus melewati boarding yang terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan suasana peron menjadi sepi karena penumpang yang tak memiliki tiket dilarang masuk peron.

Selain itu, di kereta juga, hingga sampai ke tujuan dilakukan tiga kali pemeriksaan tiket. Hal ini diakui Mateta memang lebih ketat dari biasanya, untuk menghindari adanya penumpang gelap yang memasuki gerbong. "Ada polisi khusus kereta (Polsuska) dan Brimob yang berjaga, sementara kondektur memeriksa tiket," ujarnya.

Namun begitu, aksi pembajakan yang dilakukan oleh Sertu Darso kemarin tak membuat adanya penurunan jumlah penumpang. Mateta sendiri bisa menyimpulkan hal tersebut karena terbukti hingga hari ini tak ada pengembalian (cancel) tiket yang dilakukan pemudik. "Jadi dari situ bisa dilihat apakah peristiwa kemarin berpengaruh pada penurunan penumpang atau tidak," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang yang ditemui di peron stasiun, Basuki, menuturkan meski memiliki kekhawatiran aksi pembajakan serupa akan terulang, pria berusia 26 tahun ini tetap memilih untuk pulang ke kampung halamannya, Wonogiri, Jawa tengah. Terlebih, ia mendapatkan tiket kereta Matarmaja tujuan Solo ini dengan susah sejak tiga hari lalu. "Ya mau gimana lagi, keluarga sudah menunggu di rumah," tuturnya.

Terpopuler