Angka Konsumsi Naik Selama Ramadhan, Kok Bisa?

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko

Kamis 31 Mar 2022 05:00 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto:

1

Dina Mohsen, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun, dan Eman Magdi, seorang pemilik bisnis berusia 32 tahun, mengatakan bahwa anggaran makanan keluarga mereka sama dengan bulan-bulan lainnya. Ramadhan adalah pengalaman spiritual, kata mereka, bukan masalah membeli lebih banyak makanan.akanan.

“Saya memutuskan belanja keluarga. Saya belum berbelanja, tapi saya pikir harga akan terpengaruh tahun ini karena nilai dolar. Saya akan mencoba meminimalkan pengeluaran saya, tetapi saya dapat melihat diri saya menghabiskan banyak uang untuk manisan oriental untuk berbuka puasa,  ini selalu menyerap sebagian besar anggaran saya, ”kata Magdi.

Mohsen mengatakan bahwa dia lebih suka untuk dekorasi sederhana dan musik daripada membeli lebih banyak makanan di bulan Ramadhan. 

"Sejak saya melahirkan anak pertama, saya mulai mengubah kebiasaan konsumsi saya. Bagi saya, tujuan puasa di bulan suci adalah untuk mendisiplinkan batin kita yang menuntut, bukan sebaliknya.”

Bagi banyak orang, mungkin sulit untuk mengendalikam keuangan saat pergi ke acara buka puasa bersama keluarga dan teman, berbelanja untuk Idul Fitri, dan berdonasi untuk amal. Menghabiskan terlalu banyak uang dapat menggagalkan tujuan keuangan jangka pendek. Akibatnya, banyak orang juga melihat bulan suci sebagai kesempatan untuk menilai situasi keuangan mereka dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat untuk masa depan.

Baca juga : Ingin Turunkan Berat Badan Saat Puasa, Nggak Usah Sahur?

 

 

Terpopuler