Minggu, 9 Rajab 1434 / 19 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kasihan, Pemudik yang Naik Bus Mini Ditelantarkan

Jumat, 17 Agustus 2012, 14:18 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, NEGARA - Akibat antrean panjang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, ratusan penumpang bus mini antarkota dalam provinsi (AKDP) dari Denpasar terlantar, karena diturunkan di Desa Sumbersari yang berjarak 12 kilometer dari pelabuhan.

Pantauan di lapangan, Jumat (17/8), untuk mencapai pelabuhan, penumpang mengandalkan jasa tukang ojek dengan tarif Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu/ orang. Namun, karena jumlah ojek yang terbatas, ada juga penumpang yang nekat berjalan kaki dengan barang bawaannya.

Jaelani, salah seorang penumpang mengatakan, sopir beralasan bus mini tidak boleh masuk sampai Terminal Gilimanuk yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari pelabuhan. "Saya nurut saja, padahal sudah membayar ongkos dari Denpasar sampai Gilimanuk," kata Jaelani yang hendak mudik ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Ia mengaku, berangkat dari Terminal Mengwi, Denpasar dengan membayar ongkos bus Rp 30 ribu untuk turun di Terminal Gilimanuk. Sementara Giono, penumpang lainnya mengatakan, sopir bus yang ditumpangi tegas-tegas tidak mau sampai ke terminal karena jalanan macet.

"Selain itu saya juga melihat tukang ojek menghentikan bus-bus agar menurunkan penumpang di sini," katanya. Para pemudik yang naik bus ini biasanya turun di Terminal Gilimanuk dan dilanjutkan dengan jalan kaki ke pelabuhan.

Anehnya, hanya bus-bus mini saja yang menurunkan penumpang di tengah perjalanan, sementara bus AKDP dengan ukuran yang lebih besar tetap membawa penumpang sampai Terminal Gilimanuk.

Kadis Hubkominfo Jembrana, Gusti Ngurah Putrariyadi saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada larangan angkutan umum untuk masuk ke Terminal Gilimanuk. "Tidak ada larangan masuk terminal, kami akan cek ulah sopir-sopir nakal ini," katanya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
1.185 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Wow, Kemeja 100 Hari Pakai Tak Perlu Dicuci
JAKARTA--Untuk sebagian pria, mencuci kemeja adalah hal yang merepotkan. Tak heran, apabila kemeja yang dipakai bisa berhari-hari tetap dikenakan. Produsen kemeja asal...