Rawan Jelang Lebaran, Ini Tips Kenali dan Cegah Terima Uang Palsu

Rep: Santi Sopia/ Red: Fuji Pratiwi

Sabtu 06 Apr 2024 11:30 WIB

Barang bukti lembaran uang palsu yang diamankan jajaran Resmob Satreskrim Polres Salatiga. Foto: Dokumen Barang bukti lembaran uang palsu yang diamankan jajaran Resmob Satreskrim Polres Salatiga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Idul Fitri menjadi momen yang kerap ditandai dengan keriangan, silaturahmi, hingga tradisi bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR). Namun ada risiko yang sering terlupakan yaitu peredaran uang palsu.

CEO Nawakara Arta Kencana, Iman Sujudi, mengatakan penting untuk menjaga transaksi keuangan dan waspada beredarnya uang palsu menjelang Lebaran. Kejahatan ekonomi ini cenderung meningkat saat banyak transaksi keuangan terjadi, termasuk ketika pembagian THR. 

Baca Juga

"Penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara membedakan uang asli dan palsu serta langkah-langkah melaporkannya untuk mengamankan finansial kita," kata Iman, dikutip Jumat (5/4/2024).

Berikut tips mengenali sekaligus mencegah menera uang palsu.

1. Metode 3D

Bank Indonesia telah menetapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) sebagai strategi utama untuk memverifikasi keaslian uang Rupiah yang mendetail. Saat dilihat, ciri-ciri visual seperti warna yang cerah dan detail yang tajam, termasuk watermark dan hologram, membantu membedakan uang asli dari yang palsu.

Apabila diraba, tekstur kertas uang asli memiliki karakteristik unik karena menggunakan bahan khusus yang tidak umum, memberikan sensasi khas saat disentuh yang berbeda dari kertas biasa. Diterawang menggunakan cahaya memperlihatkan fitur keamanan internal seperti benang pengaman dan cetakan khusus yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa pencahayaan yang tepat.

Selain itu, penting juga untuk memeriksa nomor seri dan detail lainnya pada uang. Pemalsu sering kali mengabaikan atau tidak mampu mereplikasi detail-detail halus ini dengan akurat. Dengan fokus pada ciri-ciri tersebut, masyarakat dapat secara signifikan mengurangi risiko tertipu oleh uang palsu, memastikan keamanan finansial mereka dalam transaksi sehari-hari. 

 

2. Tukarkan di Tempat Resmi

Untuk mengamankan THR dari risiko uang palsu saat Lebaran, langkah penting yang perlu dilakukan adalah menukarkan uang hanya di tempat yang resmi dan terverifikasi seperti Bank. "Institusi seperti bank memiliki sistem deteksi uang palsu yang canggih dan menawarkan jaminan lebih tinggi terhadap keaslian uang yang diterima," kata Iman.

 

3. Lapor ke Pihak Berwajib

Menemukan atau menerima uang palsu bukan hanya situasi yang tidak menyenangkan, tetapi juga berpotensi merugikan. Untuk itu, sangat penting untuk segera melaporkan temuan tersebut kepada otoritas yang berwenang, seperti Bank Indonesia atau kantor kepolisian terdekat.

Bank Indonesia dan kepolisian memiliki protokol khusus untuk menangani laporan tentang uang palsu. Ini tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat dari kerugian finansial, tetapi juga memastikan bahwa pelaku di balik peredaran uang palsu tersebut dapat diidentifikasi dan ditindak. 

Dengan demikian, setiap laporan yang masuk menjadi bagian dari basis data yang lebih besar, yang membantu dalam analisis dan strategi pencegahan ke depan. Saat melaporkan, Anda akan diminta untuk memberikan informasi detail tentang uang palsu yang ditemukan, termasuk mencantumkan nominal, seri uang, dan bagaimana Anda memperolehnya. 

Informasi itu sangat krusial karena dapat membantu dalam investigasi dan akhirnya menemukan sumber peredaran uang palsu tersebut. Laporan ini akan membantu bank untuk meningkatkan sistem keamanan dan mencegah peredaran uang palsu.

 

Terpopuler