THR Sudah Cair? Langsung Dihabiskan Atau ..?

Rep: mgrol151/ Red: Erdy Nasrul

Rabu 03 Apr 2024 20:14 WIB

Ilustrasi uang THR. Foto: Republika/Prayogi Ilustrasi uang THR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap tahun, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang dinanti-nanti bagi banyak orang. THR merupakan tambahan penghasilan yang diberikan oleh majikan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka sepanjang tahun. Namun, seringkali THR ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang memiliki kecenderungan konsumtif.

Ketika mendapatkan THR, beberapa orang cenderung tergoda untuk menghabiskan uang secara berlebihan dalam waktu singkat. Fenomena ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari dorongan untuk merayakan kesuksesan, terpengaruh oleh iklan-iklan yang memancing konsumsi, hingga tekanan sosial untuk tampil dan menghabiskan uang di masa liburan.

Baca Juga

Namun, konsumsi yang berlebihan dalam menghadapi THR tidak jarang berdampak negatif bagi seseorang. Misalnya, pengeluaran yang tidak terencana dapat mengakibatkan kesulitan keuangan di masa mendatang, bahkan hingga terjebak dalam hutang yang sulit diselesaikan. 

Selain itu, kebiasaan konsumtif juga dapat mengganggu stabilitas keuangan dan mempengaruhi kesejahteraan finansial jangka panjang seseorang.

Mengatur pemanfaatan THR

Menanggapi hal tersebut, Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Jakarta, M Khaerul Muttaqien memberikan tips agar seseorang bisa mengendalikan diri untuk mengatur THR dengan baik. Khaerul mengatakan seseorang perlu merancang keuangan untuk di masa depan. Perancangan itu bisa dilakukan dengan cara yang pertama mengevaluasi kondisi keuangan. 

Jika orang tersebut telah berkeluarga, maka hal yang perlu dianalisis adalah jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, dan kondisi kesehatan, sehingga keuangan bisa diatur dengan baik. Akan tetapi, jika seseorang tersebut belum berkeluarga, maka keuangan yang didapatkan dari hasil THR perlu ditabungkan untuk biaya pernikahan. 

“Jika jumlah anggota keluarganya banyak, otomatis ada banyak orang yang harus dibayar, kemudian kondisi kerjanya bagaimana, apakah kondisi aman atau tidak. Begitupun merencanakan keuangan untuk pensiun nanti harus direncanakan dengan baik,” ucapnya, Selasa (2/4). 

Cara yang kedua yaitu menyusun tujuan-tujuan keuangan, seperti tujuan menabung digunakan untuk hal seperti apa kedepannya. Sebab, ketika seseorang sudah mengatur keuangan dengan baik, maka kondisi keuangannya akan lebih terarah dan tidak boros sebagaimana umat Muslim dianjurkan untuk membelanjakan hartanya sesuai dengan kebutuhannya saja. 

“Apalagi jika sudah mempunyai anak perlu mempersiapkan keuangan dengan perencanaan yang baik pula,” katanya. 

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

Terpopuler