Jelang Lebaran, Manisan Carica Khas Wonosobo Diburu Pemudik

Red: Reiny Dwinanda

 Rabu 19 Apr 2023 17:14 WIB

Pekerja mengupas buah Carica (Family Caricaceae) di sebuah industri pengolahan buah Carica di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Patak Banteng, Kejajar, Wonosobo, Jateng, Kamis (9/12/2021). Buah Carica atau pepaya Dieng dibudidayakan warga setempat untuk diolah menjadi manisan atau sirop sebagai oleh-oleh khas Dieng yang dijual Rp10 ribu per bungkus. Foto: ANTARA/Anis Efizudin Pekerja mengupas buah Carica (Family Caricaceae) di sebuah industri pengolahan buah Carica di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Patak Banteng, Kejajar, Wonosobo, Jateng, Kamis (9/12/2021). Buah Carica atau pepaya Dieng dibudidayakan warga setempat untuk diolah menjadi manisan atau sirop sebagai oleh-oleh khas Dieng yang dijual Rp10 ribu per bungkus.

Permintaan manisan carica sudah meningkat sejak pertengahan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permintaan terhadap manisan sirop carica meningkat menjelang Lebaran 2023. Oleh-oleh khas Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah itu diburu pemudik.

Produsen manisan sirop carica di Desa Bojasari, Kertek, Kabupaten Wonosobo, Alhfa Gemilang, mengatakan permintaan manisan carica menjelang Lebaran ini mulai meningkat sejak pertengahan Ramadhan 1444 H. Ia menyebutkan pada hari-hari biasa permintaan sekitar 300-an kardus, tetapi menjelang Lebaran ini mencapai 800 hingga 1.000 kardus.

Baca Juga

Harga manisan sirop carica setiap kardus isi 12 cup antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Guna mengantisipasi lonjakan permintaan di masa Lebaran ini, pihaknya telah meningkatkan produksi dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau sebelumnya produksi kami hanya sekitar lima kuintal per hari, sejak Februari lalu produksi kami tingkatkan menjadi tujuh kuintal per hari, dengan harapan pada masa Lebaran ini kami memiliki stok barang," kata Alhfa di Wonosobo, Rabu (19/4/2023).

Berita Lainnya