Ini Sejumlah Lokasi Wisata yang Berpotensi Alami Lonjakan Pengunjung Selama Libur Lebaran

Red: Nora Azizah

 Senin 10 Apr 2023 15:50 WIB

Warga saat berwisata di kawasan Kebun Teh Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Republika/Putra M. Akbar Warga saat berwisata di kawasan Kebun Teh Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa...

Beberapa lokasi wisata diprediksi alami lonjakan pengunjung sangat tinggi tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan sejumlah destinasi wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran 2023. Di antara lokasi wisata tersebut, yakni Puncak-Bogor, Jawa Barat hingga Jawa Timur Park.

"Untuk destinasi pariwisata yang berpotensi lonjakan tinggi ini Jawa Barat di Puncak- Bogor, Cipanas-Cianjur, Tangkuban Perahu, Kawah Putih,Ciwidei dan beberapa pantai di Jawa Barat," ujar Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar di Jakarta, Senin (10/4/2023).

Baca Juga

Sementara di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lanjut dia, ada Dieng-Baturaden, Bandungan-Semarang, Candi Prambanan. Sementara, di Jawa Timur terdapat tempat wisata favorit yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) serta Jawa Timur Park dan taman kebun binatang.

Untuk itu, pihaknya mengimbau pengelola tempat wisata untuk memastikan agar pengunjung tidak membludak dan pelayanan ditingkatkan lebih baik juga cepat. Guna melayani calon pemudik, serta menangkap kesempatan libur Lebaran 2023 untuk mencapai target pergerakan wisatawan nusantara, Sandiaga menuturkan, turut menggandeng travel agent daring dengan menyediakan promo paket wisata mudik lebaran, seperti mudik jelajah masjid di Indonesia yang telah diluncurkan minggu lalu.

Ia berharap, dengan kehadiran sejumlah masjid-masjid dan desa wisata di sejumlah titik yang dilalui pemudik, salah satunya jalur lintas selatan atau pansela ini diharapkan turut mengurai kemacetan, keramaian serta menjadi lokasi istirahat pemudik.

"Ini untuk mengurai kemacetan dan keramaian sekaligus memastikan keadaan dalam fit karena setelah 12 jam kita harus berhenti dan kita rencanakan berhenti di rest area, desa wisata, masjid maupun juga beberapa spot yang kami sarankan," pungkasnya.

Berita Lainnya