Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi dan Hidangan Khas yang Masih Lestari

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 05 May 2022 20:18 WIB

Monumen bulan sabit di Arab Saudi (ilustrasi). Idul Fitri di Arab Saudi dirayakan secara marak dengan balutan tradisi Foto:

Idul Fitri di Arab Saudi dirayakan secara marak dengan balutan tradisi

Ada berbagai macam keju dan makanan fermentasi dengan acar sebagai bumbu, shakshouka, kacang fava, falafel, dan hidangan manis seperti masoob, labaniya, dan selai untuk mengakhiri makan.

"Salah satu yang paling penting dalam Idul Fitri adalah menjaga tradisi tetap hidup dengan mengajak seluruh keluarga untuk sarapan, meluangkan waktu berhari-hari untuk mempersiapkan dan berkumpul seperti yang dilakukan nenek moyang kita. Saya masih menggunakan pot tanah liat untuk menyajikan ta'teema saya persis seperti yang dilakukan ibu saya. Dan itu adalah tradisi yang akan terus hidup," tuturnya.

Meski waktu berubah dan banyak hidangan yang beberapa di antaranya berasal dari Mesir, Turki, Iran, India, dan Yaman telah berhasil masuk ke meja Hijazi, menjaga cita rasa otentik tetap hidup dari tahun ke tahun. "Satu-satunya perbedaan sekarang adalah diletakkan di atas meja, tidak seperti sebelumnya di lantai," tambah Hammad. 

Di Provinsi Timur Arab Saudi, para wanita merayakan Idul Fitri dengan memamerkan tangan mereka yang diwarnai henna dan gaun terbaik mereka, sementara anak-anak dengan penuh semangat menantikan hadiah uang dan permen. 

Setelah para pria menyelesaikan putaran salam mereka di rumah tetangga, mereka pergi ke rumah ibu pemimpin keluarga untuk sarapan gandum tumbuk dan sup barley dengan domba segar yang dimasak dalam pot tanah liat.  

Bagi keluarga di utara, makanan bukan satu-satunya tradisi yang menyatukan rumah tangga saat Idul Fitri. Sebuah tarian rakyat yang dikenal sebagai Al-Deheyeh, varian dari tarian Ardah, merupakan bagian integral dari perayaan lokal. 

Adapun wilayah selatan Kerajaan, Idul Fitri bukan hanya urusan sosial yang diperuntukkan bagi keluarga dekat. Di banyak lingkungan, makanan bersama disiapkan dan disajikan di atas meja yang membentang di sepanjang jalan, dihiasi dengan beberapa hidangan favorit daerah tersebut. 

Nahlah Zamim, penduduk asli Jazan, mengatakan, adat istiadat di selatan berakar kuat dalam tradisi keluarga. "Kami telah menolak perubahan waktu dan menjaga nilai dan tradisi keluarga kami tetap hidup setiap tahun karena kami memahami pentingnya mereka," ujarnya.

Baca juga: Amalan Sunnah yang akan Didoakan Puluhan Ribu Malaikat

"Meskipun tampaknya makanan adalah hal yang paling penting, begitulah di setiap masyarakat yang terjalin erat. Memecahkan roti dengan teman, keluarga, dan tetangga membuat komunitas itu tetap dekat dan bahagia," tuturnya. 

Perayaan di Jazan sering disertai dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh pria lokal. "Perayaan lagu dan tarian selalu mendahului sarapan mereka," kata Zamim. 

Anak-anak setempat berlomba dari rumah ke rumah mengumpulkan permen dan uang hadiah Idul Fitri. "Ini taman bermain mereka," tambahnya. 

 

Bagi banyak orang Arab Saudi, liburan Idul Fitri tahun ini adalah kesempatan untuk menonjolkan tradisi lokal mereka yang unik, yang dilestarikan dengan sebaik mungkin dan diturunkan dari generasi ke generasi.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X