Sibuknya Muslimah Inggris Selama Ramadhan

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko

 Jumat 22 Apr 2022 03:13 WIB

Muslimah Inggris Foto: in-islam.com Muslimah Inggris

Ramadan adalah waktu yang istimewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hidup cukup sibuk untuk ibu yang bekerja, dan terlebih lagi bagi ibu Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan. Di sela-sela rutinitas sehari-hari mereka berbelanja, memasak, bekerja, dan mengasuh anak, mereka juga berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan berpuasa, berdoa, dan menyiapkan makanan khusus untuk dimakan ketika matahari terbenam.

Bulan suci bagi umat Islam artinya tidak makan atau minum apapun dari matahari terbit sampai terbenam, sekitar 15 jam dari pukul 05.15 sampai 20.15 di Wales. Artinya, bangun sebelum subuh untuk makan, minum, dan shalat sebelum hari esok, serta memperbanyak ibadah dan amal saleh yang juga merupakan bagian dari Ramadhan .
 
Ibu dua anak Deebia Haque, (40 tahun) dari Roath, Cardiff, yang memiliki putra berusia dua dan sembilan tahun, bangun pada pukul 03.30 sepanjang Ramadhan untuk sahur sebelum fajar. Dia mengakui itu adalah hari yang panjang, tetapi ini merupakan panggilan keimanan. 
 
Dia mempersiapkan diri sebelum Ramadhan dengan membeli makanan sehingga memiliki waktu lebih banyak untuk ibadah. Namun dia tetap meluangkan waktu untuk memasak makanan khusus berbuka puasa, makanan setelah matahari terbenam ketika mereka yang menjalankan Ramadhan berbuka puasa.
 
“Matahari terbit sekitar pukul 04.30 pagi, jadi saya bangun sekitar pukul 03.30 pagi untuk makan sesuatu yang ringan, biasanya buah dan bubur dan minum banyak air. Kemudian saya shalay subuh. Anak laki-laki bangun antara pukul 06.00 sampai pukul 07.00 jadi saya mencoba untuk tidur sebentar, jika ada kesempatan setelah saya makan dan berdoa dan sebelum mereka bangun. Saya kemudian bangun sepanjang hari sampai anak laki-laki pergi tidur. Ini adalah hari yang panjang bagi seorang ibu yang sibuk,"ujar dia dilansir di walesonline.co.uk.
 
Di siang hari, Deebia tetap memasak untuk anaknya makan siang. Deebia harus berhati-hati untuk makan makanan bergizi dan minum cukup air di malam hari untuk memastikan dia tidak merasa terlalu lapar dan haus selama jam puasa. Suaminya juga menjalankan Ramadhan, tetapi pergi bekerja di Inggris empat kali sepekan sehingga dia harus diatur.
 
“Kami membeli dalam jumlah besar sebelum Ramadhan sehingga kami tidak perlu berbelanja terlalu banyak. Sebagai seorang ibu, Anda mendapatkan sedikit dan ini tentang diatur dengan belanja dan memasak. Saya mencoba membuat hal yang berbeda selama Ramadhan dan ada lebih banyak makanan perayaan seperti samosa, byriani, nasi spesial, dan kebab. Saya tetap berpegang pada makanan yang memiliki kaitan dengan mendiang ibu saya. Ketika saya berbuka puasa, saya memikirkan dia,"ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X