Puasa Cegah Obesitas (2-habis)

Red: Hafidz Muftisany

 Selasa 31 Jul 2012 10:00 WIB

Obesitas (ilustrasi) Obesitas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Kebutuhan kalori manusia bergantung pada aktivitas sehari-hari yang dilakukan. Saat kita beristirahat, kita membutuhkan sebanyak 30 kal. Sedangkan pada saat aktif, ukuran kebutuhan kalori tubuh berat badan dikalikan jumlah kalori pada saat kita beristirahat. Jika aktifitas yang dilakukan berlebihan maka kebutuhan kalori jauh lebih banyak.

Dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH SPKK, ahli penyakit dalam, menjelaskan puasa tidak hanya mencegah atau mengontrol obesitas, tetapi juga dapat mengobati obesitas. Karena itu, orang yang menderita obesitas disarankan untuk berpuasa karena akan ada pengurangan berat badan dan pola makan dapat teratur.

Dari penelitian, jelas Dr Ari, pada saat puasa terjadi pengurangan berat badan sebesar lima persen sampai 10 persen. Puasa juga dapat mengontrol berat badan, kolesterol, dan lemak dalam tubuh. ''Hal itu karena kita hanya mengonsumsi sedikit makanan, sedangkan tubuh kita mengalami proses metabolisme.''

Dalam proses itu, lemak-lemak tubuh dihancurkan agar tubuh mendapatkan kalori. ''Itu menyebabkan terjadinya penurunan lemak badan pada orang yang berpuasa karena ada lemak yang dihancurkan (glikogeneolis).''

Selain itu, saat menunaikan ibadah puasa, konsep makan kita diatur. Pada hari tidak berpuasa, kita berkesempatan makan sebanyak tiga kali sehari dan kadang juga disertai camilan. Sedang saat kita berpuasa, waktu diperbolehkan makan dibatasi karena setelah berbuka puasa kita disunahkan menunaikan shalat Maghrib shalat Isya, dilanjutkan shalat Tarawih. Pada saat sahur pun orang cenderung makan sedikit.

Orang dapat berkurang berat badannya pada saat berpuasa jika melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya yaitu dengan melakukan sahur dan berbuka puasa dengan tidak berlebihan.

Selain itu, orang yang ingin terbebas dari obesitas dapat menghindari konsumsi makanan berlemak dan berkolesterol. ''Jika konsumsi terhadap makanan yang mengandung kolesterol dan lemak dilanjutkan, berat badan akan tetap naik sehingga dapat menganggu kesehatan,'' tambah Ari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X