Hilal tak Terlihat di Palangka Raya

Red: Heri Ruslan

Kamis 19 Jul 2012 20:22 WIB

Rukyatul Hilal atau melihat bulan. Foto: Antara Rukyatul Hilal atau melihat bulan.

REPUBLIKA.CO.ID,  PALANGKA RAYA --  Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Kalimantan Tengah H Abdul Wahid Aha menyataka, hilal yang digunakan sebagai acuan untuk memastikan awal Ramadhan 1433 Hijriyah, tidak terlihat di Palangka Raya.

"Meski dengan memakai alat khusus untuk melihat hilal, ternyata tetap tidak kelihatan sama sekali apalagi bersamaan dengan turunnya hujan, yang kami lakukan di lantai atas Hotel Aquarius pukul 17.23 WIB," kata Wahid di Palangka Raya, Kamis.

Dijelaskannya, setelah dipastikan hilal tidak terlihat, tim rukyat NU sudah melaporkan ke pusat baik Kementerian Agama dan PBNU.

Dengan tidak terlihatnya hilal, kemungkinan besar awal Ramadhan jatuh pada Sabtu (21/7), namun tetap menunggu keputusan sidang Isbat malam ini. Sebaliknya apabila ada daerah lain di Indonesia yang bisa melihat hilal pada hari ini, dengan ketinggian posisi dua derajat, awal Ramadhan dimulai malam ini.

"Yang pasti kami masih menunggu keputusan sidang Isbat dari Kementerian Agama yang akan diumumkan langsung di media elektronik," katanya.

Untuk itu ia meminta umat Islam terutama warga nahdliyin agar dapat bersabar menunggu keputusan Menteri Agama namun apabila ada yang mengikuti apa yang telah ditetapkan organisasi yang menetapkan awal Ramadhan pada 20 Juli, tidak menjadi masalah.

"Yang penting dalam menyambut bulan suci ini dengan penuh gembira, serta tetap menjaga kesatuan dan persatuan. Harapan kita kepada umat yang tidak berpuasa untuk saling menghormati," ucapnya.

Penetapan awal Ramadhan tampaknya berbeda dengan organisasi di luar NU, yang berdasarkan kepada hisab falakiyah, sedangkan NU menganut sistem rukyat.

Menyikapi perbedaan awal Ramadhan, ia meminta hendaknya jangan dijadikan perdebatan yang bisa mengganggu kelancaran puasa

Terpopuler