Sopir Bus di Malang Jalani Tes Urine

Red: Djibril Muhammad

Rabu 08 Aug 2012 16:29 WIB

Tes urine, ilustrasi Tes urine, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Sopir bus berbagai jurusan di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, menjalani tes urine untuk meminimalkan kecelakaan akibat sopir yang mengonsumsi narkoba atau minuman keras.

"Tidak semua sopir menjalani tes urian, hanya sekitar 25 orang sebagai sampel, itupun secara acak," kata Supervisi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pendendalian Penyakit (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan Supriatin Giata di sela-sela tes urine sopir bus di Terminal Arjosari Malang, Rabu (8/8).

Ia mengakui, tes urine tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak (persentase) sopir yang menggunakan narkoba atau minuman beralkohol. Menurut dia, pengambilan sampel urine sopir tersebut hanya dilakukan di terminal-terminal di Jatim yang padat penumpang maupun pemudik ketika menjelang Lebaran.

Menyinggung hasil tes terhadap 25 sopir bus tersebut, Supriatin mengatakan, tidak ditemukan sopir yang terindikasi mengonsumsi narkoba atau minuman keras. "Kalau di daerah lain kami menemukannya, tapi kami langsung beri penyuluhan," ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Sunardi Riyono menyatakan, tes urine tersebut rutin dilakukan setiap tahun atau ketika menjelang Lebaran.

"Jangan sampai sopir dari terminal Arjosari mengalami kecelakaan karena mengonsumsi narkoba dan minuman keras, sebab sebagian sopir beranggapan narkoba bisa menghilangkan lelah, padahal itu tidak benar," tegasnya.

Selain melakukan tes urine terhadap sopir bus, katanya, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) juga melakukan cek kesehatan. "Memang tidak hanya tes urine saja, tapi juga pemeriksaan tensi darah dan hasilnya juga baik semua," katanya.

Terpopuler