Trump Berharap Muslim AS Jaga Jarak Selama Ramadhan

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Senin 20 Apr 2020 04:11 WIB

Trump Berharap Muslim AS Jaga Jarak Selama Ramadhan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: AP Trump Berharap Muslim AS Jaga Jarak Selama Ramadhan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap umat Islam di AS menjaga jarak sosial selama bulan suci Ramadhan sebagaimana orang Kristen melakukannya dalam perayaan Paskah. Hal ini disampaikan Trump setelah seorang komentator konservatif mempertanyakan apakah umat Islam akan diperlakukan sama dengan orang Kristen yang melanggar aturan jarak sosial.

"Saya akan mengatakan mungkin ada perbedaan. Dan kita harus melihat apa yang akan terjadi. Karena saya telah melihat perbedaan besar di negara ini. Mereka mengejar gereja-gereja Kristen tetapi mereka tidak cenderung mengejar masjid," kata Trump dikutip dari laman Pak Tribune, Ahad (19.4). 

Baca Juga

Bulan suci Ramadahan akan jatuh pada 24 April mendatang. Sedangkan beberapa orang Kristen yang merayakan paskah pada 12 April lalu melanggar peraturan kesehatan yang ditetapkan pemerintah AS.

Saat ditanya apakah para pemimpin umat Islam akan menolak mengikuti aturan jarak sosial, Trump menjawab, "Tidak, saya tidak berpikir begitu."

“Saya seseorang yang percaya pada iman. Dan yang penting bukanlah iman Anda. Tetapi politikus kita tampaknya memperlakukan agama yang berbeda dengan cara yang sangat berbeda,” kata Trump.

Seperti diketahui, di awal kepemimpinannya Trump dituduh sebagai presiden AS yang anti-Muslim. Salah satu tindakan pertamanya saat memasuki Gedung Putih adalah ia melarang pelancong dari beberapa negara mayoritas Muslim.

Sampai saat ini, kasus Covid-19 di Amerika sudah mencapai lebih dari 700 ribu, sehingga seluruh komunitas agama di negeri Paman Sam tersebut dipaksa menghentikan aktivitas di tempat ibadah. 

Umat Islam di Amerika Utara, bersama para pakar medis Muslim telah menangguhkan sholat berjamaah dan kegiatan berkerumun lainnya. Orang-orang Yahudi Amerika juga dipaksa mengubah tradisi makan Paskah yang disebut dengan Seder. Tindakan serupa juga dilakukan oleh sebagian besar komunitas Kristen.

Terpopuler