Tradisi Ramadhan Masyarakat Najdi di Saudi Dulu dan Kini

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Kamis 23 May 2019 21:21 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Bulan Ramadhan membawa sukacita bagi banyak warga di Arab Saudi. Di bulan suci Ramadhan, setiap daerah masih memiliki kekhasan dan tradisi yang berbeda. Meskipun, tradisi itu telah berevolusi secara bertahap dari waktu ke waktu.

Salah satu wilayah di Arab Saudi yang masih melestarikan tradisi Ramadhan adalah Najd, wilayah di pusat negara Saudi. Namun, tradisi Ramadhan di Najd di masa kini tidak lagi sama seperti di masa lalu. 

Menurut Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah (DGDA), di masa-masa awal Kerajaan, ada tradisi yang dipraktikkan sebelum dan selama bulan Ramadhan. Salah satunya, adalah upacara penampakan bulan sabit di hari-hari terkahir bulan Sya'ban. 

Biasanya, anggota-anggota penting dari pemerintah daerah, para pangeran, syekh dan hakim, akan berkumpul bersama konsultan di atas daerah dataran yang tinggi sebelum matahari terbenam untuk menyaksikan bulan sabit. 

DGCA menyatakan, para konsultan dan para pakar tentang bulan akan menentukan penampakkan bulan sabit kecil (hilal) yang menandai awal bulan berikutnya. Ketika hilal itu disaksikan, daerah-daerah tetangga diberitahu melalui seruan yang keras atau sinyal bunyi tembakan.

Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Diriyah di Najd juga memiliki tradisi utama, yakni memastikan masjid-masjid diperlengkapi dengan baik. Menurut DGCA, warga akan membersihkan dan menerangi masjid. Penduduk setempat membawa lampu minyak untuk menerangi masjid sepanjang malam. 

 

 

Terpopuler