Muslim Inggris Jalani Puasa Terlama dalam 35 Tahun Terakhir

Red: Ani Nursalikah

Ahad 12 Jun 2016 13:47 WIB

Muslim Inggris Foto: AP Muslim Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Muslim di Eropa, khususnya di Kerajaan Inggris menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan terlama sejak 35 tahun terakhir dan di tengah musim panas yang cukup panjang.

"Memang tidak mudah bagi masyarakat Indonesia dimana waktu siang yang panjang, sebenarnya bisa saja menjalani ibadah puasa di wilayah Eropa, seperti Inggris yang jadwal berbuka mengikuti waktu negara Islam terdekat seperti Arab Saudi," ujar Ustaz Hilman Latief usai buka bersama yang diadakan di Wisma Nusantara, kediaman Dubes RI di London Rizal Sukma, Sabtu malam (11/6).

Puasa di negara ini dimulai saat fajar pukul 02.41 pagi, sementara matahari baru terbenam pada pukul 21.15. Kehadiran Hilman Latief, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Inggris difasilitasi Garuda Indonesia adalah untuk mengisi ceramah di KBRI London selama bulan suci Ramadhan dan juga di berbagai kota di Inggris.

Ceramah menjelang waktu berbuka yang diadakan di Wisma Nusantara, Sabtu malam, dihadiri sekitar 200 umat Muslim Indonesia yang datang dari berbagai kota di Inggris. Hilman Latief menyampaikan pembahasan yang bertema puasa dan ketakwaan.

"Terasa memang bedanya puasa di Indonesia dan di Inggris. Saat pukul lima sore, bila di Jakarta pukul lima waktu berbuka tinggal satu jam lagi, sementara di Inggris masih empat jam," ujarnya.

Dia mengatakan, tidak salah apabila dalam satu riwayat disebutkan kebahagiaan seseorang yang menjalani ibadah puasa adalah pada saat waktu berbuka, saat haus boleh minum dan saat lapar boleh makan.

"Sangat natural sekali," ujarnya menambahkan kebahagiaan orang yang menjalani ibadah puasa pada saat berbuka merupakan waktu yang ditunggu-tunggu.

Terpopuler