Cerita Mudik Si Billy Pemotor

Rep: c21/ Red: Joko Sadewo

Rabu 22 Jul 2015 07:45 WIB

Jalur puncak Foto: Antara Jalur puncak

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemudik asal Cirebon, yang kesehariannya bekerja di Farmasi Kota Bogor, Billy Setiawan memutuskan pulang Kampung menggunakana sepeda motor miliknya, Yamaha Vega. Dia merasakan libur di Kampung Halamannya dari H-1 (16/7) sampai H+2 (19/7) Lebaran.

Dia pulang dari kosannya di Jalan Pajajaran, Kota Bogor pada pukul 01.30 WIB. Lalu sampai tempat tinggalnya di sekitar Terminal Harja Mukti, Cirebon pukul 08.30 WIB. Perjalanan ini hanya memakan waktu tujuh jam. "Jika hari biasa hanya memakan waktu lima jam setengah," ujar Billy kepada Republika Online (ROL), Selasa (21/7).
Billy memilih jalur yang dilewatinya untuk mencapai Cirebon adalah Tajur, Ciawi, Gadog, Puncak, Cipanas, Cianjur, Cipatat, Padalarang, Cimahi, Bandung, Cileunyi, Tanjungsari, Sumedang, Kadipaten Majalengka, Kemudian Cirebon. 
Saat keberangkatannya menuju kampung halaman Billy tidak mengalami kendala berarti, seperti kemacetan di Jalur Puncak Bogor. Pagi hari Jalur Puncak terlihat ramai lancar. Posko-posko di jalur yang dilewatinya pun terlihat polisi yang berjaga. 
Namun ada beberapa hal yang kurang tentang Jalur Puncak, menurut Billy. Kekurangan tersebut adalah rambu Lalu Lintas di Puncak yang terkesan masih sedikit. Maksud Billy, banyak rambu-rambu di tikungan Puncak kurang terlihat oleh pengemudi ketika dini hari. 
Billy sendiri mengaku lebih mengandalkan garis marka jalan dibanding dengan rambu-rambu yang ada. Khususnya sehabis jalur yang bercabang di daerah Puncak. "Di sana kurang penerangan dan gelap, sekitar Pukul 03.00 WIB," terangnya. 
Dia menyarankan agar pengemudi kendaraan merasa aman, lebih baik rambu-rambu di beberapa tikungan sebaiknya ditambah penerangan. Karena terkadang rambu-rambu di daerah Puncak tidak terlihat jelas, walaupun berkilau ketika terkena lampu kendaraan. Laki-laki yang kesehariannya bekerja sebagai apoteker itu hanya menyarankan hal tersebut untuk kebaikan bersama. 

Terpopuler