Mengintip Puasa Ramadhannya Muslim Cina

Red: Karta Raharja Ucu

Rabu 25 Jul 2012 23:35 WIB

 Shalat Jumat di Masjid Xinjian. Umat Muslim Cina kini berjumlah sekitar 28 juta jiwa dan tersebar di beberapa provinsi (halaltours-cn.com) Foto: . Shalat Jumat di Masjid Xinjian. Umat Muslim Cina kini berjumlah sekitar 28 juta jiwa dan tersebar di beberapa provinsi (halaltours-cn.com)

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Meski berlabel negara komunis, ternyata Islam tumbuh pesat di Cina. Kedatangan tamu agung, yakni bulan suci Ramadhan, membuat umat muslim di negeri 'Tirai Bambu' itu semakin semangat menggelorakan nilai-nilai Islam dalam sendi kehidupan sehari-hari, meski dikepung kepercayaan dan agama Budha dan Tao.

Seorang warga Muslim Cina, Ma Yongliang menyatakan, Ramadhan adalah bulan istimewa dan bulan paling dinanti umat Islam seantero dunia. "Doa pada hari pertama juga sangat penting bagi kami,” kata Ma Yongliang, seperti disitat dari onislam.net.

Yongliang menjelaskan, Muslim Cina terus berupaya agar tak terpengaruh kultur masyarakat sekitar yang mayoritas beragama Budha dan Tao. Filterisasi yang dilakukan Muslim Cina agar tak terpengaruh budaya sekitar adalah dengan menjalankan pengajaran Alquran yang selama berabad-abad terus lestari, meski kehidupan terus berubah. Bahkan mereka tak malu menunjukkan aktivitas keagamaanya, mulai dari menegakkan shalat lima waktu hingga mengkhatamkan Alquran.

Hebatnya, puasa Ramadhan tak menjadi alasan Muslim Cina untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka mengaku tak merasa terganggu dengan ibadah puasa. Hal itu diakui Han Yan, seorang muslimah yang bekerja di Qinghai Yijia Buhala Nation Fashion. Ia mengatakan, ”Selain mengurus anak dan orang tua, saya juga bekerja di luar rumah untuk mencari tambahan nafkah.”

Selain komunis, Pemerintah Cina mengakui lima agama, yakni Buddhisme, Taoisme, Islam, Protestan, dan Katolik. Jumlah penduduk yang memeluk agama Islam di negeri panda tersebut sebanyak 22 juta orang, dimana sebagian besar menetap di Xinjiang, Ningxia, Gansu, dan Qinghai.

Terpopuler