Ekspatriat di Saudi, Hormati Orang Berpuasa atau Deportasi

Rep: Gita Amanda/ Red: Dewi Mardiani

Senin 23 Jul 2012 10:54 WIB

Ekspatriat di Arab Saudi Ekspatriat di Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meminta nonmuslim khususnya ekspatriat yang berada di Saudi, untuk waspada dan menghormati umat Islam yang berpuasa selama Ramadhan. Jika mereka mengonsumsi makanan atau minuman di tempat umum selama Ramadhan, mereka akan menghadapi konsekuensi serius, termasuk deportasi.

Para ekspatriat itu diminta untuk tidak makan, minum, maupun merokok di tempat terbuka selama Ramadhan, termasuk di jalan-jalan umum maupun tempat kerja. Hal ini sebagai upaya untuk menghormati umat Islam yang berpuasa.

Kementerian mengatakan, makan dan minum secara terbuka di bulan Ramadhan dianggap memalukan. Sebab umat muslim tengah menjalani pantangan makan dan minum, dari matahari terbit hingga matahari terbenam. " Non Muslim khususnya ekspatriat di negeri ini harus menghormati perasaan umat Islam, sebagai simbol negeri ini," ujar pernyataan kementerian, seperti dilansir Alarabiya.

Jika dilanggar, pemerintah Arab Saudi tak akan segan-segan memberi hukuman bahkan mendeportasi para ekspatriat yang melanggar. Larangan ini akan berlangsung hingga 18 Agustus 2012. Hari tersebut diperkirakan merupakan hari terakhir puasa Ramadhan tahun ini.

Terpopuler