Muslim Calgary Bersiap Jalani Ramadhan tanpa Pembatasan Covid-19

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 22 Mar 2022 16:19 WIB

Muslim di Calgary, Kanada. Muslim Calgary Bersiap Jalani Ramadhan tanpa Pembatasan Covid-19 Foto: presstv.ir Muslim di Calgary, Kanada. Muslim Calgary Bersiap Jalani Ramadhan tanpa Pembatasan Covid-19

MUslim Calgary bersemangat menyambut Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Awal Ramadhan diperkirakan akan jatuh pada 2 April 2022.  Di tahun ini, banyak negara yang sudah bersiap menyambut Ramadhan tanpa pembatasan serta membuka pintu-pintu masjid. 

Tidak terkecuali di Calgary, Kanada yang mengumumkan menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat. Calgary mencabut pembatasan Covid-19 untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

Baca Juga

Artinya, tidak ada lagi kewajiban masker, mengizinkan buka puasa bersama, menggelar bazar Ramadhan di sekolah maupun di aula komunitas. “Pembatasan benar-benar berdampak pada kesehatan sosial dan kesehatan mental siswa dan orang tua,” kata guru dan ketua dewan orang tua di kampus Omar Bin Al-Khattab Sekolah Islam Calgary, Aasima Asrar dilansir dari About Islam, Selasa (22/3/2022).

“Tahun ini kami sangat bersemangat. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dan penuh berkah. Kami ingin menciptakan tempat bagi staf dan keluarga untuk berkumpul,” kara Asrar.

Bazar Ramadhan di sekolah maupun di universitas digelar seriap Kamis dan Jumat. Mereka akan menjual makanan ringan maupun makanan berat buatan sendiri. Beberapa yang lain menjual tekstil, jilbab, dekorasi Ramadhan dan kebutuhan pokok seperti kurma.

“Mereka sangat menderita selama Covid-19,” kata Asrar.

Banyak siswa yang menantikan kedatangan bulan yang istimewa ini. Termasuk tidak ingin melewatkan bazar Ramadhan bersama teman maupun keluarga mereka.

“Setelah dua tahun ini, saya merasa terkurung di rumah dan saya tidak bisa merayakannya dengan keluarga dan teman-teman. Saya merasa acara ini telah menyatukan kami dan membuat kami merasakan getaran Ramadhan setelah dua tahun ini,” kata siswa Mariam Harran. 

Anmar Kaddoory percaya Ramadhan ini adalah tentang membangun kembali koneksi dengan komunitasnya. “Setelah bertahun-tahun karantina, menjaga jarak, dan penguncian, kami dapat terhubung satu sama lain setelah waktu yang lama,” kata Kaddoory.

“Saya menantikan Ramadhan. Tidak banyak Muslim yang mampu melakukan apa yang biasa kita lakukan. Sekarang, kami mendapat kesempatan untuk merasakan bagaimana kehidupan sebelumnya,” kata Khalid Binmahfooz.

Ramadhan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam. Ramadhan tahun ini akan berlangsung dari 2 April hingga 2 Mei di Amerika Utara.

Di bulan Ramadhan, Muslim dewasa yang sehat diwajibkan berpuasa sebulan penuh. Selama puasa, Muslim dilarang makan dan minum termasuk merokok dan hubungan seks sejak fajar hingga matahari terbenam. Muslim mendedikasikan waktu mereka selama bulan suci untuk menjadi lebih dekat dengan Allah dengan memperbanyak ibadah, pengendalian diri, dan perbuatan baik.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X