Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register
Tuesday, 14 August 2012, 03:07 WIB

Penuhi Nutrisi Anak Saat Sahur Dan Berbuka

republika
Melatih anak puasa/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Selama Ramadhan, sebagian anak mungkin sudah ada yang menjalankan ibadah puasa. Menurut Dr Shafeek Ali, ahli gizi di Rumah Sakit Welcare, Dubai, mengatakan berpuasa bagi anak-anak bukan merupakan suatu kewajiban. Hal itu, kata dia, selama anak-anak itu belum mencapai masa pubertas.

‘’Namun, beberapa orang tua dapat mendorong mereka untuk berpuasa selama beberapa hari. Tujuannya agar mereka  secara mental dan fisik terbiasa mengenal nilai-nilai ibadah puasa,’’ kata Ali, seperti dikutip dari Gulfnews.
 
Apabila anak-anak sudah ikut berpuasa, kata dia, maka saat sahur dan berbuka, kebutuhan nutrisi anak harus tercukupi. Hal ini agar anak tetap kuat dan lancar dalam menjalani ibadah puasa. Selain itu, di usianya yang masih dini, mereka dalam masa pertumbuhan baik tulang, otot, tubuh, darah. Karena itu, mereka membutuhkan lebih banyak makanan bergizi secara proporsional sesuai ukuran mereka.

Anjuran untuk melaksanakan puasa bagi anak hendaknya disesuaikan dengan kesiapan fisik maupun mental anak. Menurut Ali, yang paling tahu tentang kesiapan tersebut adalah orang tuanya sendiri. Dia menyarankan bagi orang tua yang memiliki anak usia di bawah sepuluh tahun, bisa menyuruhnya puasa sampai pukul 10.00. Lalu puasanya dilanjutkan lagi hingga petang.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Dewi Mardiani
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)