Kamis, 13 Rajab 1434 / 23 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

NU Perkirakan 1 Ramadhan 21 Juli

Kamis, 19 Juli 2012, 07:21 WIB
Komentar : 5
Antara
Rukyatul Hilal
Rukyatul Hilal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan awal Ramadhan atau awal puasa tahun ini jatuh pada Sabtu 21 Juli.

"NU telah memprediksikan awal Ramadhan, namun bukan berarti NU telah menetapkan tanggal itu. Ini penting disampaikan," kata Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar (PB) NU KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu.

Prediksi bahwa 1 Ramadhan 1433 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012 itu, juga tertuang dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah.

Kiai Ghazalie mengatakan prediksi tersebut diambil berdasarkan perhitungan menggunakan metode ilmu hisab yang paling modern.

"NU menggunakan hisab yang tahkiki, tadzkiki, ashri," kata Ghazalie.

Berdasarkan hisab modern, posisi hilal pada saat dilakukan rukyatul hilal pada Kamis (19/7) mendatang atau 29 Sya'ban 1433 H baru berada pada ketinggian 1 derajat 38 menit di atas ufuk. Maka hilal dinyatakan belum "imkanur rukyat", atau belum bisa dilihat, sehingga tidak mungkin dapat dirukyat.

Menurut Kiai Ghazalie, negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan.

"Itu pun oleh pakar astronomi masih mau dinaikkan menjadi 4 derajat," katanya.

Secara astronomis, lanjutnya, hilal (bulan sabit) tidak mungkin bisa diamati jika masih berada di bawah batas visibilitas pengamatan. Dengan demikian almanak PBNU menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari berdasarkan kaidah istikmal.

Meski demikian, Lajnah Falakiyah tetap akan melakukan rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia, karena untuk penentuan awal Ramadhan 1433 Hijriah, NU tetap mengambil keputusan berdasarkan hasil rukyat.

"Prediksi atau hisab hanya memandu kita untuk melaksanakan observasi atau rukyatul hilal," kata Ghazalie.

Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama juga mengimbau warga NU untuk menunggu hasil rukyatul hilal yang akan dilakukan pada Kamis (19/7) sore.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
20.119 reads
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  mimbar Kamis, 19 Juli 2012, 11:25
saat ini semua orang termasuk NU sdh memakai hisab(termasuk kalender) dan hsl hisabnya juga sama utk membantu rukyat,tetapi utk penetapan finalnya mesti rukyat dulu (arab saudi juga begitu/rukyat utk putusan final)
  Izz Kamis, 19 Juli 2012, 11:16
Itulah langkah tepat yg dilakukan NU, meskipun hasil Hisab diatas tdk Imkan Ru'yah tetapi NU tetap menunggu hasil Ru'yah yg dilakukan nanti Sore. Salut sama NU ......
  huzni Kamis, 19 Juli 2012, 08:50
Katanya harus lihat bulan koq udah prediksi tanggal 21???
  yusuf Kamis, 19 Juli 2012, 08:02
Ada baik sekarang pemerintah mengikuti saja arab saudi, karena utk menghindari perbedaan yang selalu ada dan untuk kebaikan umat. Terlalu banyak pendapat, umat yg jadi bingung.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Ini Inspirasi Satu Restoran Halal di California
Dengan konsentrasi komunitas Indonesia tertinggi bermukim di daerah pantai Barat Amerika, ditambahnya cukup terbukanya warga Amerika di daerah ini akan makanan...