Riset: Pengeluaran Makanan Rumah Tangga Muslim Selama Ramadhan Naik 100 Persen

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Jumat 12 Apr 2024 22:37 WIB

Warga saat akan membeli kurma yang dijual di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Foto: Republika/Putra M. Akbar Warga saat akan membeli kurma yang dijual di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Ada lebih dari dua miliar umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan. Hal ini mengakibatkan tingkat konsumsi makanan internasional yang melebihi pola konsumsi pada umumnya.

"Ironisnya, Ramadhan adalah soal makanan. Pengecer makanan menyetok produk setidaknya sebulan ke depan sebagai persiapan menghadapi kelebihan permintaan. Selain itu, supermarket dan hypermarket memperpanjang jam buka hingga tengah malam dan cenderung mengadakan promosi dan penawaran khusus Ramadhan," kata analis senior HLB Egypt Makary Consulting Aya Yousef, dilansir laman IB Times, Jumat (12/4/2024).

Baca Juga

Sebuah survei yang diterbitkan oleh HLB menemukan rumah tangga Muslim mengalami kenaikan biaya pangan sebesar 50 hingga 100 persen selama bulan suci Ramadhan. Ini menyumbang sekitar 15 persen pengeluaran tahunan mereka untuk makanan dalam satu bulan.

Dari semua penjual produk, pedagang kurma memperlihatkan keuntungan mereka meningkat secara dramatis selama musim Ramadhan. Selama bulan suci, menurut database penelitian Statista, sekitar 1,7 juta metrik ton kurma diproduksi untuk Ramadhan tahun lalu untuk di Mesir saja.

Selama Ramadhan, umat Islam mengikuti teladan Nabi Muhammad dengan berbuka puasa dengan kurma. Selain itu, kurma juga dikatakan memiliki banyak manfaat kesehatan bagi orang yang berpuasa.

"Di bulan Ramadhan, kami membawa berbagai jenis kurma. Masyarakat membeli kurma dalam jumlah banyak selama bulan Ramadhan. Kalmi, Medjoul, Amber, dan Ajwa tersedia di kami. Kami berbuka puasa dengan kurma. Sekitar 90 persen orang berbuka puasa selama bulan Ramadhan dengan kurma. Kami mendapatkan banyak pelanggan dari seluruh Lembah, dan tahun ini, kami memiliki pasar yang besar," kata penjual Kurma Sajad Ahmad.

Sumber di Trading Corporation of Bangladesh (TCB) mencatat harga kurma meningkat sebesar 20 persen pada 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, Mesir, Iran, Arab Saudi, dan Irak merupakan negara penghasil dan pengekspor kurma terkemuka di dunia.

Mesir dinobatkan sebagai negara yang memproduksi kurma terbanyak setiap tahunnya. Angka resmi yang diterbitkan oleh World Population Review menyoroti betapa dunia bergantung pada Mesir untuk pertanian kurmanya. Pertanian kurma Mesir menghasilkan lebih dari satu juta metrik ton kurma segar setiap tahun.

Menurut Hameed al-Nayif, juru bicara Kementerian Pertanian Irak, negara tersebut memproduksi hampir 900 ribu ton kurma pada 2021. "Produksi kurma sekitar 600 ribu ton pada 2019 dan meningkat menjadi 750 ribu pada 2020, sementara mencapai hampir 900 ribu ton pada 2021," kata dia.

Terpopuler