Warga Asli Papua Berjualan Ketupat Raup Untung

Red: Fuji Pratiwi

Selasa 09 Apr 2024 20:42 WIB

Pedagang menyelesaikan pembuatan kulit ketupat di Pasar Paldam Kota Jayapura, Papua, Selasa (9/4/2024). Foto: ANTARA FOTO Pedagang menyelesaikan pembuatan kulit ketupat di Pasar Paldam Kota Jayapura, Papua, Selasa (9/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Warga asli Papua di Kota Jayapura, Papua memproduksi ketupat untuk dijual kepada umat Islam di daerah ini yang akan melaksanakan Idul Fitri 1445 Hijriah, meraup keuntungan.

"Apalagi, saya tidak membeli daun kelapa muda untuk dianyam menjadi ketupat, saya mengambil di kebun, kemudian menganyam dan dijual, lumayan bisa menambah penghasilan," kata Mama Yohana Tabisu, pedagang ketupat di Pasar Tradisional Youtefa, Distrik Abepura, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga

Menurut Yohana, penjualan anyaman ketupat setiap tahun dilakukan saat hari raya keagamaan, baik Idul Fitri, Lebaran Haji maupun Natal dan Tahun Baru. "Saya jual per ikat 10 ribu yang berisikan 10 ketupat, kemudian ada juga daun kelapa muda (janur) 15 lembar seharga 10 ribu," ujarnya.

Dia menjelaskan penjualan anyaman ketupat saat Hari Raya Idul Fitri sebanyak 50-60 ikat dan biasanya semua terjual habis.

Sementara itu, Mama Wihelmia Wakum yang juga pedagang anyaman ketupat di Pasar Youtefa juga meraup keuntungan ketika berjualan ketupat memanfaatkan momen Idul Fitri.

"Saya jual satu ikat Rp 15 ribu, karena saya membeli daun kelapa muda di pedagang yang lain seharga Rp 85 ribu, kemudian saya menganyam menjadi ketupat sebanyak 20 ikat, selanjutnya dijual," kata Mama Wihelmia.

Ia mengakui setiap hari raya keagamaan selalu menjual ketupat guna menambah penghasilan. 

Pedagang ketupat di Kota Jayapura saat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah bukan saja di Pasar Tradisional Youtefa, tetapi juga tersebar di Pasar Tradisional Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dan Pasar Pagi Paldam, Distrik Jayapura Utara.

 

Terpopuler