Mandi Sebelum Sholat Idul Fitri, Apa Hukumnya?

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti

Selasa 09 Apr 2024 15:02 WIB

 Umat Islam melaksanakan Sholat Idul Fitri (ilustrasi). Mandi yang dilakukan karena ingin melaksanakan Sholat Sholat Idul Fitri hukumnya sunah. Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK Umat Islam melaksanakan Sholat Idul Fitri (ilustrasi). Mandi yang dilakukan karena ingin melaksanakan Sholat Sholat Idul Fitri hukumnya sunah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri atau Sholat Id, umat Islam kerp membersihkan diri terlebih dahulu dengan mandi dan berwudhu. Sebenarnya, apa hukum mandi sebelum Sholat Id?

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr KH Jeje Zaenudin mengatakan pada dasarnya, makna seluruh mandi yang disyariatkan dalam Islam itu adalah mandi yang menghilangkan hadas besar atau ditujukan untuk melaksanakan ibadah mulia dan hari raya. Contohnya, mandi karena janabat, mandi karena haid, mandi karena nifas, dan juga mandi karena untuk Sholat Jumat, atau mandi karena ingin melaksanakan Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. 

Baca Juga

“Maka mandi-mandi yang dimaksud oleh syariat Islam ini, itu adalah maksudnya mandi yang meratakan seluruh air dan membersihkan seluruh tubuh dari mulai ujung rambut di kepala kita sampai ke ujung kaki. Kemudian mandi itu ditujukan dan diniatkan sebagai ibadah Allah SWT,” ujar KH Jeje kepada Republika.co.id, Senin (8/4/2024) malam WIB.

KH Jeje memberi contoh, mandi untuk melaksanakan Sholat Jumat, maka tentu dilaksanakan sebelum berangkat shalat Jumat. Begitu juga dengan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Dia menyebut, mandi tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri, maka dilaksanakan tentu sebelum berangkat menuju Sholat Idul Fitri. 

“Jadi mulai setelah Subuh sampai menjelang keberangkatan itu waktu untuk melaksanakannya,” katanya. 

KH Jeje menjelaskan secara hukum, mandi di dalam ajaran Islam itu berbeda-beda. Menurut dia, memang ada mandi yang bersifat wajib dan tidak bisa ditinggalkan, seperti mandi karena junub, mandi karena haid dan nifas, dan mandi karena mimpi besar. Ada juga mandi yang sifatnya sunah seperti mandi karena ingin melaksanakan Sholat Idul Fitri atau shalat Idul Adha. 

“Pelaksanaan dari segi mandinya sama, seluruhnya adalah membersihkan tubuh secara total dari atas kepala rambut sampai ke ujung kaki. Walaupun dalam tata caranya berbeda antara yang mandi janabat, mandi dari haid dan nifas dalam rangkaian dan tuntunannya,” ujar dia.

KH Jeje mengatakan, untuk melakukan mandi Idul Fitri, yang penting diakukan adalah berniat dan membersihkan seluruh tubuh. Ketika mandi untuk Idul Fitri ini, boleh menggunakan sabun dan sampo sebagai pelengkap penyempurna, setelah dia bersuci. Bersihkan daki-daki, kotoran-kotoran, keringat ataupun debu yang menempel pada tubuh.

“Ini semua ditujukan untuk menyambut memuliakan pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Fitri, sekaligus sebagai cara dalam Islam mendidik umatnya menjaga kebersihan, menjaga kesehatan tubuh," ujarnya.

 

 

 

 

Terpopuler