Warga Diminta Waspada Copet Jelang Lebaran di Lombok Tengah

Red: Ani Nursalikah

Senin 08 Apr 2024 10:44 WIB

Pos pengamanan Lebaran 2024 yang disiapkan Polres Lombok Tengah, Provinsi NTB. Foto: Humas Polres Lombok Tengah Pos pengamanan Lebaran 2024 yang disiapkan Polres Lombok Tengah, Provinsi NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, PRAYA -- Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan warga tetap waspada terhadap aksi copet di tempat keramaian dan di pelayanan publik menjelang arus mudik Lebaran 2024.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan tidak cukup dengan mendirikan pos pengamanan. Dia menambahkan penting bagi warga tetap waspada saat berada di keramaian, seperti di area Bandara Lombok, terminal, pasar dan pusat perbelanjaan.

Baca Juga

"Kami melaksanakan patroli untuk mengingat warga agar tetap waspada untuk menjaga barang bawaan saat mudik Lebaran," katanya, Senin (8/4/2024).

Selain itu, ia melaksanakan patroli untuk antisipasi maraknya kehadiran para calo tiket dan preman di terminal keberangkatan dan kedatangan di bandara. Preman dan calo ini dinilai meresahkan para pemudik yang akan pulang kampung jelang libur lebaran.

"Beli tiket di agen resmi," katanya.

Iwan memerintahkan jajarannya, dalam hal ini Polsubsektor Bandara Lombok dan personel yang bertugas dalam pengamanan arus mudik, untuk lebih responsif dan bergerak (mobile).

Anggota pos terpadu Bandara Lombok yang terlibat Operasi Ketupat Rinjani 2024 diinstruksikan untuk patroli terutama di tempat keberangkatan, kedatangan dan di area parkir bandara mengingat banyak masyarakat dan rawan terjadinya aksi kriminal.

"Saya instruksikan personel yang terlibat pengamanan di area bandara untuk terus bergerak dan patroli, mana yang perlu dijaga dan jangan sampai ada copet, termasuk calo maupun aksi premanisme yang dapat merugikan masyarakat," katanya.

Selain anggota kepolisian yang patroli dan siaga, Iwan juga meminta masyarakat berperan aktif menanggulangi persoalan calo dan antisipasi preman. Masyarakat jangan segan melapor kepada petugas di lokasi jika menjadi korban calo dan premanisme.

"Jangan mudah percaya dengan bujuk rayu para calo, juga jangan menggunakan barang-barang berharga di tempat keramaian karena hal tersebut dapat memancing terjadinya aksi kriminalitas," katanya.

"Jika menjadi korban atau melihat tindak kejahatan yang menimpa para pemudik untuk segera laporkan kepada petugas kami di sana, kita standby 24 jam selama libur lebaran," katanya.

Iwan menerangkan, dalam pengamanan mudik hingga arus balik, pihaknya menerjunkan 165 personel yang ditempatkan di 5 Pos Operasi Ketupat Rinjani 2024 di Lombok Tengah. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan stakeholder dan instansi lainnya.

"Untuk di area bandara kita dirikan dua pos untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan. Pertama pos terpadu ada di dalam area bandara dan pos kedua ada di luar bandara tepatnya di depan bundaran Bandara Lombok," katanya.

Terpopuler