Sukses Meraih Lailatul Qadar, Apakah Ada Tanda Khusus yang Kasat Mata?

Red: Nashih Nashrullah

Sabtu 06 Apr 2024 21:05 WIB

 Sejumlah anak mengaji dengan penerangan lampu lilin saat pengajian Tadarus Al Quran di kampung Prajurit Wirotamtomo, Baluwarti, Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2024). Pengajian dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar tersebut untuk mendekatkan anak-anak dengan alam serta mendidik untuk rajin membaca Al Quran terutama pada bulan Ramadhan. Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha Sejumlah anak mengaji dengan penerangan lampu lilin saat pengajian Tadarus Al Quran di kampung Prajurit Wirotamtomo, Baluwarti, Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2024). Pengajian dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar tersebut untuk mendekatkan anak-anak dengan alam serta mendidik untuk rajin membaca Al Quran terutama pada bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Beberapa pendapat memang menyebutkan ada tanda-tanda tertentu yang bisa dilihat oleh orang yang diberikan kesempatan bertemu dengan malam mulia itu, di antaranya ia akan melihat pepohonan sujud, melihat cahaya yang sangat terang dan menyinari tempat-tempat yang gelap, mendengar salam dari malaikat, air asin terasa tawar dan lain sebagainya.

Tapi pendapat ini dibantah oleh Imam Thabari –SyaikhulMufassirin-. Dia mengatakan: 

Baca Juga

إخفاء ليلة القدر دليل على كذب من زعم أنه يظهر في تلك الليلة للعيون ما لا يظهر في سائر السنة، إذ لو كان ذلك حقّا لم يخف على كل من قام ليالي السنة فضلا عن ليالي رمضان

"Dirahasiakannya Lailatul Qadar menjadi bukti kebohongan orang-orang yang mengklaim bahwa pada malam itu akan tampak sesuatu yang tidak biasa. Karena, kalau hal itu benar, pasti tanda-tanda itu akan dilihat oleh setiap orang yang melakukan qiyam di setiap malam sepanjang tahun, terutama mereka yang melakukan qiyam di seluruh malam-malam Ramadhan."

Bantahan Imam Thabari ini dibantah lagi oleh Imam Ibnu al-Munayyir, salah seorang pensyarah Shahih Bukhari.

Dia tidak setuju jika orang yang berpendapat bahwa ada tanda-tanda yang bisa dilihat oleh orang yang bertemu Lailatul Qadar disebut sebagai pembohong. Karena boleh jadi, mendapatkan malam mulia ini memang sebuah karamah yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang tertentu saja. 

Tapi dia menegaskan, ini tidak berarti bahwa orang yang tidak melihat tanda-tanda tersebut tidak mendapatkan Lailatul Qadar. Karena boleh jadi ada orang yang melakukan qiyam pada malam lailatul qadr tapi dia tidak melihat tanda sama sekali, karena dia fokus pada ibadah. 

Sementara ada orang yang mungkin saja melihat tanda-tanda tersebut tapi ia tidak beribadah sama sekali. Tentu orang pertama lebih baik dari orang kedua. Karena yang menjadi ukurannya adalah ibadah bukan melihat tanda-tanda.

Karena itulah al-Hafizh Ibnu Hajar lebih cenderung mengatakan bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar itu tidak terlihat kecuali setelah malam itu berlalu (di pagi hari), sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ubay bin Ka’ab bahwa pada pagi lailatul qadr matahari akan bersinar dengan lembut, tidak panas terik.

Kalau demikian, apakah seseorang harus tahu kalau malam itu adalah lailatul qadr untuk mendapatkan keutamaannya? Ada dua pendapat dalam hal ini.

Pendapat pertama mengatakan tidak mesti. Seseorang tetap mendapatkan Lailatul Qadar meskipun ia tidak tahu kalau malam itu adalah lailatul qadar. Diantara ulama yang berpendapat begini adalah Imam Thabari, al-Muhallab, Ibnu al-‘Arabiy dan beberapa ulama lainnya –رحمهم الله-.

Pendapat kedua mengatakan mesti. Menurut Ibnu Hajar, inilah pendapat kebanyakan ulama. Diantara dalil yang menguatkan pendapat mereka adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah –رضي الله عنه-, Rasulullah –صلى الله عليه وآله وسلم- bersabda:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَيُوَافِقُهَا إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ

“Siapa yang qiyam pada malam Lailatul Qadar, dan itu memang pas dengan malam itu, dengan didasarkan kepada keimanan dan keikhlasan, maka dosanya akan diampuni.”

Imam Nawawi mengatakan bahwa makna ‘يُوَافِقُهَا ‘ dalam hadits tersebut adalah ia tahu kalau malam itu adalah Lailatul Qadar.

Namun, Ibnu Hajar mengatakan bahwa kata ini sesungguhnya sebagai tambahan penjelasan saja, karena seseorang tidak dikatakan mendapatkan Lailatul Qadar kalau bukan pada malam itu adalah Lailatul Qadar yang sesungguhnya.

Jadi, baik ia tahu maupun tidak, kalau benar malam itu adalah malam lailatul qadr dan ia melaksanakan qiyam di malam itu, maka ia tetap mendapatkan keutamaan dan pahalanya yang banyak.

photo
Infografis Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar - (Republika.co.id)

Terpopuler