Mau Mudik? Batasi Asupan Kafein Agar Tetap Sehat di Perjalanan

Red: Reiny Dwinanda

Selasa 02 Apr 2024 22:01 WIB

Kopi (ilustrasi). Konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Foto: PixaHive Kopi (ilustrasi). Konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemudik diingatkan untuk membatasi konsumsi kopi dan asupan kafein hariannya. Itu penting agar mereka tak mengalami masalah kesehatan, seperti naiknya asam lambung.

"Sebaiknya memang sehari satu hingga dua gelas cukup, lalu membatasi kandungan glukosa, terutama yang punya penyakit diabetes," kata Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja Muda di Dinas Kesehatan DKI Jakarta Neni Herlina Rafida dalam seminar daring tentang "Tips Sehat Saat Mudik" di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga

Neni mengatakan, pada sebagian orang, kafein berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga sebaiknya membatasi asupannya. Asam lambung yang berlebihan dapat merusak lapisan lambung, menyebabkan terbentuknya luka dan ini bisa menyebabkan nyeri perut dan perdarahan.

Menurut Neni, alih-alih kopi, pemudik disarankan meminum air putih atau minuman mengandung ion demi mempercepat kembalinya cairan tubuh yang hilang. Air putih yang sebaiknya diminum setidaknya delapan gelas per hari atau sebanyak dua liter.

Kemudian terkait asupan makanan, Neni mengingatkan pemudik memperbanyak sayuran dan buah. Ini dapat membantu hidrasi tubuh.

Layanan kesehatan

Kemudian, demi menjaga kesehatan dan keselamatan para pemudik sejak berangkat hingga kembali ke Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan layanan kesehatan selama cuti Lebaran 2024 di tujuh terminal bus, tiga stasiun kereta api, hingga pelabuhan di Jakarta.

Neni menyebutkan tujuh terminal bus ini terdiri dari empat terminal bus besar, yakni Kampung Rambutan, Pulo Gebang, Kalideres, dan Tanjung Priok. Sementara tiga lainnya terminal bus pembantu, yaitu Grogol, Lebak Bulus, dan Pulo Gadung.

Di samping itu, Dinas Kesehatan juga menyiapkan layanan kesehatan di stasiun kereta api, yakni Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Jatinegara serta dua pelabuhan laut, yakni di Ancol dan Merak.

Neni menjelaskan, petugas kesehatan yang ditempatkan di tiap tempat pelayanan kesehatan tersebut nantinya melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan khususnya penyakit yang tidak menular baik untuk pemudik maupun pengemudi bus (khusus untuk di terminal bus).

"Pemeriksaan ini termasuk pengukuran tekanan darah dan gula darah. Kusus pengemudi, ada pemeriksaan alkohol respirasi ada apethamine urine (pemeriksaan narkoba). Apabila hasilnya bagus,  dikeluarkan surat keterangan layak mengemudi," ujar dia.

Terpopuler