Senin 10 Apr 2023 17:42 WIB

Pemudik dengan Kapal Laut Mulai Tiba di Semarang

Volume pergerakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas diprediksi naik 20-30 persen.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Qommarria Rostanti
Layanan kedatangan pemudik dengan kapal laut dari Ketapang, Kalimantan Barat yang baru tiba di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada H-12 Idul Fitri 1444 Hijriyah, Senin (10/4). Pelni cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang telah mengantisipasi ancaman banjir rob dalam layanan arus mudik/balik Idul Fitri kali ini.
Foto: Republika/bowo pribadi
Layanan kedatangan pemudik dengan kapal laut dari Ketapang, Kalimantan Barat yang baru tiba di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada H-12 Idul Fitri 1444 Hijriyah, Senin (10/4). Pelni cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang telah mengantisipasi ancaman banjir rob dalam layanan arus mudik/balik Idul Fitri kali ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kedatangan pemudik dengan transportasi laut di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mulai terpantau pada H-13 Idul Fitri 1444 Hijriyah (2023) atau Ahad (9/4/2023). Meski begitu, secara volume, pergerakan penumpang pada H-13 Idul Fitri di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas masih berada di bawah pergerakan penumpang pada arus mudik H-13 tahun 2022.

General Manager (GM) Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang, Hardianto, mengatakan dalam menyambut layanan arus mudik atau balik Labaran tahun ini, Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung. Hal ini ditujukan untuk keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa transportasi pelayaran.  

Baca Juga

Beberapa hal yang sudah dipersiapkan, mulai dari tempat kedatangan maupun keberangkatan di Terminal Penumpang Pelabuhan Kanjung Emas telah dipisahkan. Termasuk fasilitas pendukung seperti mushola, komparteman anak, ruang laktasi, termasuk toilet telah dijaga kebersihannya untuk pelayanan arus mudik atau balik Lebaran.

Bahkan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga disipkan fasilitas bagi para penyandang disabilitas. Baik di tempat tunggu penumpang, jalur khusus, fasilitas kursi roda, hingga toilet khusus bagi para difabel. “Intinya kami memanusiakan penumpang dalam layanan mudik atau balik Lebaran tahun ini,” jelasnya di Semarang, Senin (10/4/2023).

Dia juga memprediksi pada Idul Fitri 1444 Hijriyah ini, pergerakan penumpang pengguna jasa transportasi laut di terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bakal mengalami peningkatan. Salah satu pertimbangannya adalah tidak adanya lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada tahun lalu, PPKM masih ada pengetatan dan pembatasan orang bepergian.

Sementara itu, pada tahun ini PPKM sudah dicabut oleh pemerintah. Akibat pencabutan ini, volume pergerakan penumpang pun diprediksi mengalami peningkatan 20 hingga 30 persen.

“Pada 2022, ada sekitar 158 ribu penumpang, kemungkinan di tahun ini akan mencapai 180 ribu hingga 200 ribu penumpang yang akan turun dan naik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” jelasnya.

Dengan estimasi lonjakan tersebut, ia menyebut akan dapat terlayani dengan masksimal di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas. Karena kapasitas Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mencapai 1.800 orang penumpang.

Fasilitas yang ada dipercaya mampu menampung dan melayani seluruh pengguna jasa angkutan kapal penumpang, terhitung mulai H-15 hingga H+15 Lebaran 1444 Hijriyan (2023). Hardianto mengatakan, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik di Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bakal terjadi pada H-5 Idul Fitri, sedangkan puncak arus balik pada H+10 Idul Fitri.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement