Sabtu 25 Mar 2023 12:30 WIB

Akhirnya Iran dan Oman Awali Ramadhan Berbarengan dengan Arab Saudi

Sebagian besar negara Arab berpuasa selama 14 jam.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Seorang wanita Saudi berbelanja dekorasi Ramadhan untuk menandai awal Bulan Suci Ramadhan di pasar lokal di Riyadh, Arab Saudi, (22/3/2023). Akhirnya Iran dan Oman Awali Ramadhan Berbarengan dengan Arab Saudi
Foto: REUTERS/Ahmed Yosri
Seorang wanita Saudi berbelanja dekorasi Ramadhan untuk menandai awal Bulan Suci Ramadhan di pasar lokal di Riyadh, Arab Saudi, (22/3/2023). Akhirnya Iran dan Oman Awali Ramadhan Berbarengan dengan Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sebagian besar negara di dunia Arab dan Islam tahun ini mengawali puasa Ramadhan pada Kamis (23/3/2023). Setelah beberapa tahun lamanya, akhirnya Iran dan Oman mengawali puasa Ramadhan berbarengan dengan Arab Saudi.

Dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (25/3/2023), Iran dan Oman bergabung dengan Arab Saudi dan sebagian besar negara Arab dan Muslim untuk memulai puasa Ramadhan pada hari yang sama. Beberapa negara Arab yang juga memulai Puasa Ramadhan di yang sama adalah Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Irak, Palestina, Lebanon, Yordania, dan Yaman.

Baca Juga

Anggota Komite Penampakan Bulan di kantor pemimpin Iran, Hujjatul Islam Ali Reza menyatakan bulan Ramadhan terlihat dengan mata telanjang setelah matahari terbenam pada Rabu (22/3/2023). Karena itu, hari pertama bulan Ramadhan jatuh pada Kamis (23/3/2023).

Demikian pula Kementerian Wakaf dan Agama Kesultanan Oman. Mereka telah mengumumkan penampakan bulan sabit Ramadhan telah dipastikan, sehingga Kamis menjadi hari pertama bulan puasa.

Mahkamah Agung Saudi mengumumkan pada Selasa (21/3/2023) bahwa mereka tidak menerima kesaksian terkait penampakan bulan sabit pada Selasa, 29 Sya'ban. Karena itu, hari Rabu menjadi hari ke-30 Sya’ban sesuai dengan Umm Al -Kalender Qura dan Kamis menjadi hari pertama bulan Ramadhan.

Awal dan akhir bulan Ramadhan selalu menjadi isu perbedaan di dunia Islam, karena metode yang diikuti masing-masing negara dalam menentukan penampakan hilal berbeda satu sama lain. Sebagian negara tunduk pada interpretasi teks hukum. Sedangkan sebagian negara lainnya mengandalkan negara lain sebagai referensi agama bagi mereka dalam menentukan awal atau akhir puasa Ramadhan.

Menurut kalender Ramadhan di sebagian besar negara Arab, jumlah hari Ramadhan tahun ini adalah 29 hari. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Ramadhan datang setelah selesainya 30 hari Sya'ban. Karena itu, negara-negara yang memulai pada Kamis diharapkan merayakan hari pertama Idul Fitri pada 21 April 2023.

Sedangkan durasi puasa sekitar 14 jam pada hari pertama bulan Ramadhan, khususnya di sebagian besar negara Arab dan Islam, termasuk Mesir, Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Yordania, Suriah, Lebanon dan Palestina, serta di Turki dan Iran.

Hari pertama Ramadan tahun ini adalah yang terpendek dalam hal jam puasa. Durasi puasa secara bertahap akan meningkat hingga mencapai 15 jam pada hari terakhir Ramadhan, dengan selisih beberapa menit antara satu negara dengan negara lainnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement