Memaafkan Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik

Rep: Rr Laeny Sulistyowati/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 09 May 2022 18:42 WIB

 Memaafkan Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik. Foto:  Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Solo mengikuti halal bihalal bersama guru dan wali siswa di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). Kegiatan yang diikuti ratusan siswa dari TKLB, SDLB,SMPLB, dan SMALB tersebut digelar untuk mempererat tali silaturahmi dan mendidik rasa saling memaafkan pada momen Lebaran. Foto: ANTARA/Maulana Surya Memaafkan Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik. Foto: Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Solo mengikuti halal bihalal bersama guru dan wali siswa di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). Kegiatan yang diikuti ratusan siswa dari TKLB, SDLB,SMPLB, dan SMALB tersebut digelar untuk mempererat tali silaturahmi dan mendidik rasa saling memaafkan pada momen Lebaran.

Kesehatan fisik bisa dipengaruhi dengan memaafkan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dokter spesialis kedokteran jiwa di Universitas Airlangga Hospital di Surabaya Brihastami Sawitri mengatakan, memaafkan bisa memberi manfaat pada kesehatan fisik. Di antaranya membuat kesehatan jantung lebih baik.

Brihastami mengatakan, sebenarnya kesehatan fisik dan kesehatan mental adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, kalau ada manfaatnya dari segi kesehatan mental maka biasanya berdampak pada kesehatan fisik, demikian juga sebaliknya.

Baca Juga

"Contohnya dalam hal memaafkan atau mengikhlaskan. Sebenarnya ada penelitian orang mudah memaafkan atau mengikhlaskan yang ternyata itu terkait dengan kesehatan jantung yang lebih baik, imunitas terhadap penyakit yang lebih baik," katanya saat berbicara di konferensi virtual bertema Ikhlas dan Memaafkan di Hari yang Suci, ditulis Senin (9/5/2022).

Kemudian ketika mengalami stres, dia melanjutkan, kortisol naik maka berdampak sampai pada pengeroposan tulang, kesehatan rambut, dan kulit. Sebab, ini terkait dengan stres dan memaafkan. Bahkan, ia mengutip ada juga penelitian yang membuktikan bahwa secara keseluruhan, harapan hidup semakin panjang. 

"Jadi, ada benarnya kalau mengatakan silaturahmi memperpanjang usia. Karena sudah terbukti memaafkan bisa memperpanjang usia dari segi fisik," katanya.

Ia menambahkan, tubuh memiliki limfosit untuk melawan kuman kadarnya dipengaruhi oleh sifat pemaaf. Kualitas tidur juga lebih baik dan lebih nyenyak kalau rileks dan ikhlas. Ini jadi terkait dengan imunitas lebih baik. Artinya, dia menambahkan, banyak penelitian tentang memaafkan dan mengikhlaskan atau menerima terkait hal-hal tersebut. 

"Jadi, sudah terbukti dengan menjadi pribadi yang ikhlas dan pemaaf ternyata punya banyak manfaat, tidak hanya kesehatan mental saja tetapi juga berpengaruh pada kesehatan fisik yaitu produksi sel darah putih untuk melawan mikroorganisme perlawanan dari segala macam patogen yang menyerang tubuh juga jadi meningkat. Itu yang menyebabkan sistem imun secara otomatis dapat bertambah," katanya.

Kemudian, ia menambahkan, kalau seseorang bisa memaafkan maka kecil kemungkinan mengalami gangguan. Kalau dari fisiknya baik, tentu ada manfaat dari sisi psikologis.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X