Ternyata, Begini Cara Buat Ketupat Kenyal dan tak Mudah Basi

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

 Senin 02 May 2022 19:40 WIB

Warga meniriskan ketupat untuk Lebaran Idul Fitri. Membuat isian ketupat ternyata gapang-gampang susah agar hasilnya pas dan tidak mudah basi, Foto: Wihdan Hidayat / Republika Warga meniriskan ketupat untuk Lebaran Idul Fitri. Membuat isian ketupat ternyata gapang-gampang susah agar hasilnya pas dan tidak mudah basi,

Setelah matang, ketupat harus diangin-angin agar cepat lepas panasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Membuat isian ketupat ternyata gapang-gampang susah. Executive sous chef di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Eric Kusnadi menjelaskan isian ketupat sebaiknya sebanyak satu pertiga dari kapasitas kulitnya.

Untuk mengisi ketupat, Eric menyarankan menggunakan campuran satu pertiga beras pera dan dua pertiga pulen. Dengan itu, ketupat tidak terlalu lembek.
 
“Kalau kita pakai pulen itu biasanya jadi benyek, berair, dan lembek. Kalau full pakai beras yang pera, itu biasanya jadi keras, makanya kita campur setengah-setengah,” kata Eric kepada Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Eric menjelaskan pencampuran juga bertujuan membuat ketupat masih memiliki tekstur beras. Untuk membuatnya wangi, Eric menyarankan untuk memasukkan daun salam dan garam dalam air rebusan. Rebus ketupat dalam waktu lama, atau sekitar tiga jam agar, agar awet. Beras isian cukup direndam selama 15 menit agar lembab saja.

Eric mengatakan salah satu tujuan ketupat itu untuk food preservation (pengawetan makanan) untuk makanan utama. Jika berbentu nasi, maka keesokan harinya sudah benyek. Untuk kulit ketupat sendiri, Eric mengatakan banyak orang cenderung memilih menggunakan daun janur muda daripada tua agar lebih menarik dan cerah penampilannya.

Kulit ketupat bisa langsung dipakai tanpa perlakuan khusus, selain dicuci atau direndam air. Perlakuan khusus biasanya dibutuhkan setelah ketupat matang agar awet atau tidak cepat basi.

“Pascamatangnya itu baiknya di angin-angin, jangan diletakkan di satu tempat yang tertutup. Tujuannya angin-angin agar cepat lepas panasnya, jadinya lebih awet, itu bisa dua sampai tiga hari,” ujar Eric.

Jika disimpan dalam tempat tertutup, maka ketupat cepat berlendir. Cara menyimpannya adalah menggantung sebanyak dua atau tiga buah dalam satu ikat di tempat panjang. "Makanan kalau panasnya nyimpan di dalam, maka dia jadi cepat basi," kata Eric. 

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X