Mudik Tahun Ini: Dendam Terbayarkan Setelah Dua Tahun Dilarang Pulang Kampung

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 29 Apr 2022 22:31 WIB

Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di jalur pantura, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/4/2022). Pada H-3 Lebaran, pemudik di jalur Pantura Pekalongan terpantau padat dan lancar dengan dominasi sepeda motor bernomor polisi B. Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di jalur pantura, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/4/2022). Pada H-3 Lebaran, pemudik di jalur Pantura Pekalongan terpantau padat dan lancar dengan dominasi sepeda motor bernomor polisi B.

Pemudik bersyukur bisa kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Pemudik asal Pluit Jakarta Utara, Supanto (46 tahun) mengaku dendam karena dua tahun belakangan ini tidak bisa mudik ke kampung halamannya. Sehingga saat pemerintah membolehkan mudik pada 2022 ini, ia nekat pulang kampung dengan menggunakan motor dari Jakarta ke Kebumen.

"Saya dendam sekali, tahun kemarin nggak boleh (mudik), tahun kemarinnya nggak boleh lagi," jelasnya saat ditemui Republika.co.id saat beristirahat di Jalan Sawojajar, Klampok, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga

Besarnya keinginan untuk mudik membuatnya nekat melakukan perjalanan ratusan kilometer dan berbagai hambatan yang ditemui. "Nah, tahun ini senang sekali sekarang, walaupun kita hujan-hujanan, ibaratnya ini tantangan silaturahim," katanya.

Supanto memulai perjalanannya pada Kamis (28/4/2022) malam bersama temannya yang juga menggunakan motor. Dia memperkirakan sampai di tempat tujuan pada Jumat (29/4/2022) tengah malam. 

Meski mengaku dendam, ia menuturkan rasa senangnya karena melihat pengamanan di jalan-jalan jalur mudik dinilainya sangat baik. Jalan di Jalur mudik juga saat ini juga sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Dia hanya meminta agar pemerintah menyediakan lebih banyak rest area untuk pemudik motor. Pasalnya, ia kesulitan menemukan tempat buang air yang kondisinya baik dan gratis. 

"Yang harus dibenahi, harusnya sering diadakan rest area, terus MCK gratis. Soalnya kita mau buang air seni susah, apalagi pemudik kan nggak semuanya laki-laki, ada juga ibu-ibu. Jadi lebih ke (menyediakan) fasilitas umum," ujarnya. 

Pemudik lain, Zen Ahmad (39) mengaku bersyukur bisa kembali berkumpul bersama orang tua di Kota Malang pada Lebaran tahun ini. Terutama karena orang tuanya sedang sakit di kampung halaman dan meminta Zen beserta anak istrinya untuk pulang. 

"Dua tahun kemarin saya sempat mudik, tapi kan harus ada persyaratannya, nggak semua keluarga saya ajak. Kalau ini semua keluarga saya ajak. Karena orang tua juga lagi sakit, jadi ya mau nggak mau saya harus jenguk," kata pemudik asal Bekasi ini. 

Dia menuturkan rasa senangnya bisa berkumpul lagi bersama dengan anggota keluarga lengkap saat lebaran. "Tahun ini bisa lengkap lagi, alhamdulillah lengkap semua," ucapnya. 

photo
Petugas Dinas Perhubungan Kota Pekalongan menghitung kendaraan yang melintas dengan menggunakan alat Traffic Counting saat arus mudik Lebaran 2022 di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/4/2022). Berdasarkan data petugas, per 28 April kendaraan yang melintas dari Jakarta menuju Semarang yang melewati jalur Pantura Kota Pekalongan sebanyak 27.448 sepeda motor dan 10.084 mobil pribadi. - (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X