Ramadhan Perkuat Silaturahim Antarmuslim Georgia

Rep: Agung Sasongko/ Red: Dewi Mardiani

Jumat 27 Jul 2012 01:17 WIB

Muslim Georgia dalam mengisi bulan Ramadhan. Foto: onislam.net Muslim Georgia dalam mengisi bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, TIBLISI -- Rutinitas Muslim Georgia membuat mereka jarang bertemu satu sama lain. Datangnya bulan suci Ramadhan, memberikan kesempatan kepada Muslim Georgia mempererat tali silaturahim.

Mukarram Nouri bekerja sebagai seorang insinyur di perusahan minyak lokal. Kesibukannya membuat ia jarang bertemu dengan kerabat dan teman-temannya. Namun, Ramadhan memberinya kesempatan untuk bertemu dengan mereka.

"Jarak yang jauh dan jam kerja padat. Ditambah tidak tersedianya masjid merupakan penyebab Muslim Georgia di Tibilisi sulit bersilaturahim," papar dia seperti dikutip onislam.net, Kamis (26/7). Bahkan, kata dia, anggota keluarga terdekat juga kesulitan untuk bertemu satu dengan yang lain.

Mukarram, yang berasal dari Azerbaijan ini mengaku hanya ada satu masjid yang memungkinkan Muslim Georgia berkumpul, yakni Masjid Saburtala. "Dalam waktu dekat, kami akan menggelar buka puasa bersama, di mana yang datang tidak hanya teman-teman kami tetapi juga setiap muslim," kata dia.

Tak hanya itu, ia juga berencana menggelar buka puasa bersama khusus keluarganya. Ia tak sabar bertemu mereka. "Ramadhan adalah bulan khusus seluruh umat," kata Elnaz Nouri, istri Mukarram. Dengan mengenakan rok panjang, kemeja longgar dan kerudung putih, Elnaz tampak gembira saat ditanya tentang Ramadhan.

Muslim Georgia memulai puasa pada Jum'at (20/7) lalu, mengikuti negara tetangga seperti Turki, Armenia Azerbaijan dan Rusia. Populasi muslim di negara ini diperkirakan 400-500 ribu. Sebagian besar muslim menetap di perbatasan Turki dan Azerbaijan.

Terpopuler