Ulama Inggris Bolehkan Atlet Olimpiade tak Puasa

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Hafidz Muftisany

Kamis 19 Jul 2012 09:00 WIB

Zahed Amanullah Zahed Amanullah

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Tokoh Islam Inggris, Zahed Amanullah, memaklumi keputusan sebagian atlet Muslim untuk tidak berpuasa selama berkompetisi di Olimpiade London 2012. Menurut dia, berlaga di Olimpiade merupakan tugas negara yang tak bisa dianggap remeh.

"Jika Anda terpilih untuk mewakili negara, maka itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Mencederai tanggung jawab itu justru tidak Islami," kata dia seperti dilansir The Washington Post, Kamis (19/7).

Ulama moderat ini mengatakan, umat Islam tidak harus berlebihan dalam menjalankan ibadah. Menurut dia, ibadah dilakukan sesuai kemampuan masing-masing individu. Terkait puasa Ramdhan, dapat diganti di waktu-waktu lainnya hingga satu tahun setelahnya.

"Ekstrimisme dilandasi perasaan untuk selalu melakukan sesuatu secara maksimum. Padahal, Islam bukanlah tentang melakukan hal-hal secara maksimum sepanjang waktu. Islam mengajarkan aspek-aspek keseimbangan, moderat, dan logis," imbuhnya.

Olimpiade London 2012 akan digelar mulai 27 Juli hingga 12 Agustus mendatang. Sekitar 3000 atlet Muslim akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. 

Terpopuler