Jelang Ramadhan, 16 Preman 'Dibina' Polisi

Rep: Muhammad Ghufron/ Red: Djibril Muhammad

Selasa 17 Jul 2012 22:15 WIB

premanisme (ilustrasi) premanisme (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI - Sebanyak 16 orang preman diberikan pemahaman Islam oleh jajaran Polsek Cimahi, Selasa (17/7). Mereka diamankan karena diduga mengkhawatirkan menjelang Ramadhan tahun ini.

Belasan preman itu tertangkap pada razia dadakan yang digelar Polsek Cimahi di kawasan Terminal Pasar Atas Cimahi, sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, operasi dilakukan di sekitar Jalan Sangkuriang dan beberapa titik rawan di Cimahi Utara. Setelah tertangkap, mereka digelandang ke Mapolsek Cimahi untuk diberikan pembinaan.

Kapolsek Cimahi Kompol Ending Rohendi mengungkapkan, penertiban belasan preman tersebut lebih tepatnya dikatakan sebagai kegiatan pembinaan. Sebab, sejumlah orang itu diduga tingkah kesehariannya meresahkan warga. "Pembinaan agar mereka (preman) sadar, khususnya selama Ramadhan," kata dia, di Mapolsek Cimahi, Selasa (17/7).

Ending mengatakan, pembinaan yang dilakukan aparat Polsek Cimahi meliputi mengaji dan shalat. Nantinya belasan preman itu diajarkan ustaz dari wilayah sekitar. Namun sebelumnya, para preman digunduli dan diberikan baju koko. Setelah itu dianjurkan berwudhu dan diberikan wejangan. Pembinaan dilakukan hingga Rabu (18/7) besok.

Salah satu preman Hendriyadi (40 tahun) mengaku tidak mengetahui maksud penangkapan polisi. Saat ditangkap, dirinya tengah berada di angkot dan sedang membawa minuman beralkohol. "Saya memang suka minum (beralkohol, tapi bukan berarti preman," ujar pria yang mengaku biasa dipanggil Hendrik itu.

Pria yang tadinya berambut gondrong itu harus rela digunduli polisi ketika diamankan di 'panti binaan' Polsek Cimahi. Hendrik mengaku tidak keberatan jika penangkapan dirinya untuk dibina menjelang Ramadhan. "Apalagi kalau tujuannya buat saya," katanya.

Terpopuler