Kereta Mudik Gratis di Madiun Sepi Peminat

Red: Taufik Rachman

Kamis 16 Aug 2012 17:58 WIB

Kereta Api/Ilustrasi Foto: Republika Kereta Api/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,MADIUN--Kereta api komuter untuk keperluan mudik gratis yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan relasi Madiun-Surabaya hingga "H-3", Kamis, masih sepi peminat.

"Rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Madiun menuju Surabaya masih di bawah 100 orang dari kapasitas 300 kursi. Hal tersebut berlangsung sejak hari pertama kereta dioperasikan pada tanggal 13 Agustus lalu," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) VII Madiun, Sugianto.

Menurut dia, sepinya peminat ini selain disebabkan karena kurangnya sosialisasi, juga disebabkan karena karakter daerah Madiun dan sekitarnya yang merupakan kota tujuan mudik.

"Sehingga, jumlah penumpang akan meningkat pada saat arus balik mendatang. Sesuai hasil laporan, kupon kereta mudik gratis tujuan Surabaya telah habis terpesan untuk keberangkatan tanggal 21 dan 22 Agustus mendatang yang telah memasuki arus balik," tuturnya.

Pihaknya memperkirakan peminat kereta mudik gratis tujuan Madiun-Surabaya tersebut akan terus naik hingga "H+7" Lebaran tanggal 27 Agustus mendatang.

Mudik gratis dengan kereta komuter atau KRDE ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). PT KAI sebagai operator dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang menangani pendaftaran calon penumpang.

Kereta komuter tersebut terdiri dari lima set dengan kapasitas total 300 kursi. Kereta mudik gratis ini mulai dioperasikan pada 13 Agustus atau "H-6" Lebaran hingga 27 Agustus atau "H+7" Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah.

"Dari Stasiun Madiun, kereta berangkat pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya, sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian berangkat dari Stasiun Gubeng pukul 16.30 WIB dan tiba di Stasiun Madiun kembali pada pukul 21.30 WIB," terangnya.

Secara teknis, pendaftaran mudik gratis dengan kereta ini sudah mulai dibuka di Dinas Perhubungan Provinsi Jatim di Surabaya dengan sistem kupon atau "voucer" sejak tanggal 10 Agustus. Setelah itu, pendaftaran akan dilakukan di Stasiun Gubeng Surabaya dan Stasiun Madiun.

Selain relasi Surabaya-Madiun PP, kereta program yang sama juga disediakan oleh Pemprov Jatim untuk relasi Surabaya-Blitar PP. Dua rangkaian kereta komuter tersebut merupakan kelas ekonomi yang dilengkapi dengan pendingin udara atau "air conditioning" (AC) dan diharapkan mampu memperlancar angkutan mudik lebaran tahun ini.

Sugianto menambahkan, secara umum penumpang arus mudik di Stasiun Madiun belum menunjukkan peningkatan signifikan. Penumpang arus mudik dari berbagai kota besar ke Madiun dan sekitarnya akan terlihat mulai "H-2" dan "H-1" Lebaran yang bersamaan dengan akhir pekan dan libur pegawai.

Terpopuler