Cara Terbaik untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Saat Puasa

Red: Reiny Dwinanda

 Rabu 13 Apr 2022 07:09 WIB

Ibu hamil (Ilustrasi). Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mempertimbangkan untuk puasa. Foto: Pixabay Ibu hamil (Ilustrasi). Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mempertimbangkan untuk puasa.

Ibu hamil yang berpuasa memerlukan sekitar 1.400-1.600 kkal per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibu hamil yang berpuasa dianjurkan menyantap makanan dengan jumlah kalori sekitar 1.400-1.600 kkal per hari. Kebutuhan nutrisi itu bisa dipenuhi saat sahur dan berbuka.

"Sebaiknya, ibu hamil melatih puasa secara bertahap, terutama jika punya keluhan soal lambung dan pencernaan," jelas kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan Charnaen M Ibrahim dari Universitas Sriwijaya melalui surel kepada Antara, ditulis Rabu (13/4/2022).

Baca Juga

Dr Charnaen mengingatkan bahwa penting juga untuk mencukupi jumlah cairan sebanyak tujuh hingga delapan gelas per hari. Minumlah dua gelas sebelum sahur, satu-dua gelas setelah sahur, dua gelas setelah berbuka puasa, satu-dua gelas setelah makan malam serta dua gelas setelah shalat isya atau tarawih.

Sementara itu, dr Zeissa Rectifa Wismayanti SpOG menjelaskan, ibu hamil harus memastikan asupan nutrisi dan gizi seimbang terpenuhi di setiap waktu makan. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral ketika makan sahur dan berbuka supaya kebutuhan gizi ibu hamil dan janin tercukupi.

"Hindari processed food yang banyak mengandung garam dan lemak, serta makanan olahan dari gula sederhana," kata Zeissa dikutip dari keterangan resmi, Rabu.

Zeissa menjelaskan, kedua jenis makanan tersebut biasanya mudah diolah untuk tubuh sehingga cepat membuat ibu hamil kenyang, tetapi di sisi lain juga mudah kembali lapar. Karbohidrat yang disarankan untuk ibu yang mengandung adalah gandum, oat, nasi merah, hingga nasi cokelat.

Minuman yang mengandung kafein tidak disarankan karena memicu buang air kecil, sakit kepala, dan jantung berdebar serta mengurangi kadar zat besi yang bisa diserap tubuh. Ada batas konsumsi yang disarankan, yakni tak lebih dari 200 miligram per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

"Nah, tapi perlu diingat juga ya, selain kopi, teh dan cokelat juga mengandung kafein," kata Zeissa.

Saat buka puasa, disarankan untuk tidak makan dalam satu porsi yang besar sekaligus, melainkan bertahap dalam porsi kecil agar perut tidak terasa begah. Makanlah sedikit saat berbuka puasa, kemudian lanjutkan lagi setelah selesai shalat isya atau tarawih untuk mengembalikan energi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X