Panggel Sahur, Tradisi Bangunkan Sahur dengan Lagu dan Rebana di Ambon

Red: Dwi Murdaningsih

 Selasa 12 Apr 2022 21:04 WIB

Anak-anak menikmati makanan mereka saat sahur (ilustrasi). Foto: AP Photo/Giovanna Dell'Orto Anak-anak menikmati makanan mereka saat sahur...

Panggel sahur akan dilombakan di Ambon.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Tradisi panggel sahur (panggil sahur) di saat Bulan Ramadhan yang berkembang di masyarakat hingga saat ini termasuk di Maluku akan diperlombakan di Kota Ambon. Lomba ini akan memperebutkan piala bergilir Gubernur Maluku Murad Ismail.

"Lomba panggil sahur atau senandung sahur yang dikemas dalam Maluku Festival Ramadhan (Mafera) tahun 2022 yang siap digelar pada 17 April mendatang," kata Koordinator Panitia Pelaksana Mafera 2022 Ikhsan Tualeka, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Ikhsan yang juga Direktur Beta Kreatif menuturkan Mafera 2022 yang akan berlangsung selama sepekan itu terselenggara atas kolaborasi sejumlah pihak baik Pemprov Maluku, Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, TP PKK Provinsi Maluku, Beta Kreatif, Lasqi Provinsi Maluku, Majelis Taklim Nur Asiah, Dekranasda Maluku, Yayasan Ulil Amri serta HIPMI. Mafera 2022 yang mengusung tema "Mempererat Ukhuwah, Membangun Negeri". Mafera 2022 juga akan dimeriahkan sejumlah artis antara lain Camelia Malik, Evie Tamala, Yati Octavia, Baby Zelvia, Hengky Tornando, Nurul Toisuta.

Inisiator Mafera 2022, Widya Pratiwi Murad yang juga Ketua TP PKK Provinsi Maluku berharap kegiatan ini dapat melestarikan tradisi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat."Mafera 2022 menjadi penting karena pelaksanaannya selain melestarikan tradisi, juga membuka peluang bagi usaha kuliner dan UMKM yang dapat menjajakan produknya selama festival berlangsung," katanya.

Kegiatan yang menyertakan berbagai kalangan diharapkan dapat mempererat ukhuwah atau persatuan diantara masyarakat atau orang basudara (bersaudara) di Maluku, dan demikian sinergi dan kolaborasi dapat ditingkatkan dalam membangun daerah atau negeri.

Ketua Pengarah Mafera 2022, Djalaludin Salampessy menjelaskan Ramadhan adalah bulan yang wajib diisi dengan kegiatan bermanfaat dan bernuansa Islami. Di Maluku berbagai tradisi turut mengemuka, selain bazar makanan buka puasa yang membuat usaha kuliner warga dan UMKM makin hidup, ada pula tradisi panggel sahur atau Senandung Sahur yang menyemarakkan bulan Ramadan.

Panggel sahur kata Djalaludin adalah tradisi membangunkan orang untuk santap sahur yang dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu religi dan diselingi pantun sambil diiringi alat musik, terutama rebana."Tradisi ini selain memang diperuntukkan untuk membangunkan warga, juga menjadi hiburan tersendiri. Kegiatan panggil sahur juga turut meningkatkan ukhuwah antar warga atau kohesi sosial," katanya.

 

Berita Lainnya