Warga Lebanon Jalani Ramadhan dengan Harga-Harga yang Melambung

Rep: Mabruroh/ Red: Dwi Murdaningsih

Sabtu 02 Apr 2022 17:04 WIB

Warga Lebanon membawa kotak roti. Foto:

1

Mustafa, seorang pedagang beton yang tidak lagi memiliki pekerjaan karena krisis ekonomi, mengeluh bahwa dia tidak akan mampu membeli semua yang dia butuhkan untuk Ramadhan. “Mereka mengatakan bahwa bantuan akan datang selama Ramadhan dari negara-negara Teluk. Saya tidak tahu mengapa mereka meninggalkan kami sendirian untuk menderita ketidakadilan ini,” ujar Mustafa.

Toko-toko yang menjual manisan Arab, yang biasanya sangat populer selama Ramadhan, mengubah resepnya dengan memasukkan bahan-bahan yang lebih terjangkau. Mereka menggunakan kacang almond sebagai pengganti kacang pinus, yang satu kilonya berharga 100 dolar (Rp 1,4 juta) sementara pistachio Aleppo diganti dengan pistachio Sudan yang lebih murah. Dengan begitu, pelanggan tidak membayar banyak untuk permen dan pemilik toko tetap dapat menjual produk mereka.

Najah Zahra, manajer cabang di Al-Baba Sweets, mengatakan pihaknya mencoba untuk mempertimbangkan kondisi kehidupan yang ada. Biaya bahan baku seperti gula, tepung dan minyak telah dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar dolar dan krisis Ukraina. Bahkan mendapatkan bahan yang cukup membutuhkan upaya lebih.

“Koki kami menciptakan item baru dengan biaya lebih rendah dan dalam ukuran yang sedikit lebih kecil sehingga pelanggan tetap dapat membelinya,” kata dia.

 

 

Terpopuler