Jelang Ramadhan, Qatar Turunkan Harga 800 Barang Kebutuhan 

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 23 Mar 2022 18:16 WIB

Jelang Ramadhan, Qatar Turunkan Harga 800 Barang Kebutuhan. Foto: Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Jelang Ramadhan, Qatar Turunkan Harga 800 Barang Kebutuhan. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Harga barang kebutuhan di Qatar diturunkan jelang Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,DOHA -- Kementerian Perdagangan dan Industri Qatar (MoCI) telah mengumumkan penurunan harga ratusan barang selama Ramadhan.

“Harga lebih dari 800 komoditas telah diturunkan berkoordinasi dengan gerai-gerai besar di Qatar, mulai Rabu, 23 Maret hingga bulan suci Ramadhan,” kata MoCI dilansir dari laman Peninsula pada Rabu (23/3).

Baca Juga

Itu menambahkan, bahwa jenis barang yang didiskon termasuk makanan dan barang konsumsi terpenting yang dibutuhkan oleh keluarga selama Ramadhan.

Barang-barang yang terkena potongan di anataranya, Madu, tepung dan produknya, sereal dan corn flakes, yoghurt dan produk susu, susu bubuk dan kental, keju, jus, gula, kopi dan produknya, kurma, air mineral dan botol, kertas timah (aluminium), serbet kertas, cuci  bubuk, kantong sampah, kue kering dan pasta, kacang-kacangan, beras, sayuran beku, unggas dan produknya, telur, produk daging, pasta tomat, teh, ghee, ragi, garam, barang-barang kebersihan pribadi dan deterjen pembersih rumah tangga dan minyak goreng.

Sementara itu, Qatar Charity (QC) telah meluncurkan gerakan 'Ramadhan Harapan' pada tahun ini. Progam ini bertujuan memberi manfaat kepada lebih dari 2 juta orang di 40 negara, termasuk Qatar. 

Peluncuran program itu diumumkan pada konferensi pers di markas QC, dan dihadiri beberapa pejabat. Di antaranya asisten CEO untuk Pengembangan Sumber Daya dan sektor Media Ahmad Yousef Fakhroo, asisten CEO untuk Program dan Komunitas Sektor Pembangunan Faisal Rashid al-Fehaida, dan direktur Departemen Program dan Pembangunan Internasional Khalid Abdulla Alyafei. 

QC memilih 'Untuk Kehidupan yang Bermartabat' sebagai slogan untuk gerakan 'Ramadhan Harapan'. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X