Selasa 08 Mar 2022 18:56 WIB

Tips Mempersiapkan Anak Menjalani Bulan Ramadhan

Perlu persiapan bagi anak untuk menjalani Ramadhan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Tips Mempersiapkan Anak Menjalani Bulan Ramadhan. Foto:  Ilustrasi Ramadhan
Foto: Pixabay
Tips Mempersiapkan Anak Menjalani Bulan Ramadhan. Foto: Ilustrasi Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Muslim di seluruh dunia kini sedang bersuka cita menantikan bulan suci Ramadhan. Agar mampu menjalani bulan penuh berkah ini dengan optimal, ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan, termasuk untuk anak-anak.

Seorang konselor dan Instruktur BSc. Psikologi di Islamic Online University (IOU), Hannah Morris, berupaya membagikan beberapa tips untuk mempersiapkan anak-anak menjalani Ramadhan. Terlebih, ia menyoroti ketika anak-anak ini bersekolah di lingkungan mayoritas non-Muslim yang menjadi tantangan tambahan.

Baca Juga

"Anak-anak belum pada usia di mana wajib puasa. Tetapi kami tahu, melatih mereka bertahun-tahun sebelumnya akan memudahkan mereka berpuasa di masa depan ketika itu menjadi kewajiban," ujar dia dikutip di About Islam, Selasa (8/3).

Latihan ini juga disebut memberi mereka kesempatan tidak hanya mengetahui apa yang dinantikan selama bulan ini, tetapi juga kesempatan mulai menghargai hal-hal yang dianjurkan selama Ramadhan. Salah satu pemahaman sederhana yang bisa dipelajari adalah memahami rasa lapar yang dihadapi banyak saudara Muslim setiap harinya, bukan hanya selama Ramadhan.

Jika orang tua memiliki kekhawatiran besar anak-anak menjalani puasa pada hari-hari sekolah, maka anak-anak bisa didorong untuk berpuasa hanya pada akhir pekan saja.

Akan tetapi, jika mereka juga ingin berpuasa pada hari-hari sekolah, mengingat mereka belum mencapai usia wajib, maka anak-anak dapat melewatkan puasa pada hari-hari ujian atau olahraga. Mereka dibolehkan berpuasa pada hari-hari lain di mana mereka ingin berpuasa, tetapi tidak perlu menuntut.

Pilihan alternatif lainnya adalah mengizinkan mereka berpuasa pada hari apa pun yang mereka inginkan, termasuk jika mereka akan menghadapi ujian atau olahraga. Di sisi lain, orang tua sebaiknya memberi tahu  jika mereka merasa tidak dapat menyelesaikan puasa, maka tidak apa-apa untuk membatalkan puasa itu.

"Namun, seiring bertambahnya usia, mereka juga perlu memahami hal ini tidak serta-merta menjadi alasan yang diperbolehkan untuk sarapan atau makan, terutama jika mereka hanya ingin berbuka karena merasa lapar," lanjut dia.

Opsi di atas kemungkinan cocok untuk anak-anak yang lebih besar, yang hampir memasuki usia wajib puasa, agar mereka bisa lebih merasakan tantangan yang bisa mereka hadapi sebagai remaja atau saat dewasa.

Untuk lebih mendukung mereka dalam pembelajaran puasa, terutama dalam hal puasa di hari-hari sekolah, orang tua bisa mempermudah dengan memberi tahu pihak sekolah.

"Dengan cara ini, para guru dapat mendukung mereka dan menyadari apa yang mereka lakukan. Juga, pastikan untuk memberi tahu para guru tidak apa-apa bagi mereka untuk berbuka jika perlu. Sekali lagi, dengan cara ini guru mereka akan dapat mengawasi mereka jika mereka perlu berbuka," ucap wanita dengan gelar MA di bidang Psikologi ini.

Di sisi lain, ia mengajak orang tua dan anak-anak terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT di bulan Ramadhan dengan melakukan ibadah sebanyak mungkin. Sebagai keluarga, kegiatan ibadah bersama bisa membantu menjalin ikatan, sementara anak-anak bisa menghadapi tantangan dan kegembiraan di bulan Ramadhan.

Dengan pemahaman dan hubungan positif terhadap Ramadhan disebut membantu dalam memahami alasan mengapa umat Muslim wajib berpuasa. Anak-anak akan mendapatkan yang terbaik dari pengalaman yang ada dan termotivasi untuk bergabung di tahun-tahun berikutnya.  

Sumber:

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-parenting/ramadan-ask-about-parenting/need-tips-preparing-kids-ramadan/

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement