Warga UEA Puasa 14 Jam 57 Menit di Akhir Ramadhan 2020

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

 Kamis 30 Apr 2020 15:45 WIB

Warga UEA Puasa 14 Jam 57 Menit di Akhir Ramadhan 2020. Foto: Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Warga UEA Puasa 14 Jam 57 Menit di Akhir Ramadhan 2020. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Puasa 14 jam akan dilalui oleh warga UEA pada akhir Ramadhan 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Seorang astronom terkemuka berbasis di Sharjah menyebut warga Uni Emirat Arab (UEA) akan berpuasa selisih 41 menit antara hari pertama dan terakhir Ramadhan. Anggota Federasi Arab untuk Antariksa dan Astronomi, Ibrahim Al Jarwan, membenarkan hal tersebut.

Ia menyebut penduduk UEA akan berpuasa selama 14 jam 57 menit pada hari terakhir Ramadhan, dengan sedikit perbedaan antara berbagai wilayah di negara itu.  Pada hari pertama Ramadhan, yang jatuh pada 24 April, umat Islam di UEA harus berpuasa selama 14 jam 16 menit.

Baca Juga

Untuk menghitung perbedaan waktu masing-masing wilayah Emirat, tambahkan empat menit untuk Abu Dhabi. Pengurangan empat menit untuk daerah Ras Al Khaimah dan Umm Al Quwain, satu menit untuk Sharjah dan Ajman, dan enam menit untuk Fujairah.

“Waktu matahari terbenam dan matahari terbit berbeda di setiap ketinggian. Jadi waktu matahari terbenam lebih lama jika daerah itu semakin tinggi, ”kata Al Jarwan dikutip di Gulf News, Kamis (30/4).

Prinsip yang sama berlaku untuk masyarakat yang tinggal di gedung pencakar langit yang tinggi. Mereka yang pertama kali melihat matahari terbit dan terakhir merasakan matahari terbenam.

Ia melanjutkan, puasa orang-orang yang berada di gedung tinggi akan lebih lama beberapa menit. Kira-kira, selisih waktu matahari terbenam adalah satu menit untuk setiap 1,5 kilometer di ketinggian.

"Di UEA, waktu berbuka antar lintang hanya beberapa menit. Tetapi di gedung pencakar langit yang tinggi, waktu matahari terbenam untuk gedung setinggi 300 meter dan 550 meter selisihnya bisa dua menit," lanjutnya.

Al Jarwan menjelaskan selama bulan Ramadhan, yang jatuh dari pertengahan April hingga pertengahan Mei tahun ini, suhunya diperkirakan mencapai hingga 39 derajat Celcius dengan posisi terendah 21 derajat Celcius. Tingkat kelembabannya tidak ekstrem, di antara 18 dan 76 persen, dengan sedikit kemungkinan hujan.

"Fenomena astronomi yang paling penting untuk disaksikan selama Ramadhan adalah kemegahan tiga planet terang di cakrawala timur saat fajar, yaitu Mars, Saturnus, dan Jupiter," kata dia.

Sementara itu, planet Venus juga akan lebih menyilaukan daripada biasanya di seluruh dunia, termasuk di belahan bumi utara dan selatan. 'Bintang' malam ini dapat terlihat jelas pada akhir April dan awal Mei.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X